LAZISNU Jombang Terus Bergerak Wujudkan Kemandirian Organisasi

Penyerahan 300 kaleng kemandirian oleh Sekretaris LAZISNU Jombang, Nasrullah (kiri) ke pengurus MWCNU Mojoagung. (Foto: Istimewa)
Penyerahan 300 kaleng kemandirian oleh Sekretaris LAZISNU Jombang, Nasrullah (kiri) ke pengurus MWCNU Mojoagung. (Foto: Istimewa)
Penyerahan 300 kaleng kemandirian oleh Sekretaris LAZISNU Jombang, Nasrullah (kiri) ke pengurus MWCNU Mojoagung. (Foto: Istimewa)
Jombang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang, Jawa Timur berkomitmen terus mewujudkan kemandirian dalam berorganisasi. Segala upaya terus dilakukan di antaranya dengan menggerakkan sejumlah Unit Pengelola Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) yang dimiliki, baik di tingkat kecamatan maupun di desa untuk mengoptimalkan penyebaran kaleng kotak infak (Koin) kemandirian secara merata.
 
Dalam beberapa bulan terakhir, LAZISNU di Kota Santri ini memang semakin intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pengurus UPZISNU agar lebih giat berkhidmah, sehingga kemandirian berjamiyah yang dicita-citakan lebih cepat terwujud di masing-masing wilayahnya.
 
Kaleng Koin yang biasa disebut kaleng kemandirian itu merupakan salah satu media atau alat yang dinilai cukup efektif dalam menghimpun sedekah dan infak warga NU khususnya untuk membesarkan organisasi. Hingga kini ribuan kaleng kemandirian  sudah tersebar mulai dari kecamatan hingga ke sejumlah desa di Jombang.
 
Yang terbaru, 300 kaleng kemandirian diserahkan Sekretaris PC LAZISNU Jombang, Nasrullah ke Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Selasa malam (24/12). Ratusan kaleng itu diharapkan bisa mengedukasi warga Mojoagung untuk gemar bersedekah guna terwujudnya kemandirian NU di wilayah setempat.
 
"300 kaleng kemandirian sudah diserahkan sebagai awal Gerakan Jombang Bersedekah di wilayah MWCNU Mojoagung," kata Ketua PC LAZISNU Jombang, Ahmad Zainudin.
 
Sementara itu Ketua MWCNU Mojoagung Sunardi mengungkapkan, 300 kaleng kemandirian itu akan dibagikan untuk lima desa terlebih dahulu yang dianggap memiliki prospek untuk menjalankan amanah kemandirian organisasi ini. Kendati demikian, untuk ke depannya kaleng tersebut diupayakan tersebar ke semua desa di Mojoagung.
 
"Ini baru dibagikan kepada lima ranting (desa) sebagai pilot project (percontohan) di Mojoagung, nanti kita lihat perkembangan satu bulan ke depan," tuturnya.
 
Sebagaimana diwartakan media ini sebelumnya, PC LAZISNU Jombang belakangan kian intens turun gunung menyapa warga NU di berbagai kecamatan dan desa di Jombang untuk melakukan konsolidasi. LAZISNU ingin menguatkan peran-peran UPZISNU yang sudah berjalan dan sekaligus mendirikan UPZISNU yang belum terbentuk di desa-desa.
 
Semenjak dibentuk, UPZISNU sudah berdiri di sejumlah desa di Jombang sekitar 35 persen dan pada akhir Desember ini ditargetkan mencapai 50 persen. Sementara sisanya difokuskan pada tahun 2020 mendatang.
 
"Target 2020, 100 persen ranting NU sudah terbentuk UPZISNU. 2021 semua ranting NU bisa mandiri dan mampu mensupport MWCNU dan PCNU dalam pembiayaan kegiatan," jelasnya.
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile