Humor Gerhana Matahari

Humor Gerhana Matahari
Gambar ilustrasi.
Gambar ilustrasi.
Siang itu Dulkemit berlari-lari kecil ke masjid karena tertidur dan tak mendengar adzan dzuhur. Ia bergumam: "Waduh, pasti telat shalat jamaah ini".
 
Namun sesampai di masjid ia lihat jamaah masih ada di barisannya melaksanakan shalat berjamaah. Tanpa pikir panjang ia pun ikut shalat berjamaah. 

Namun di rakaat pertama saat imam dan jamaah berdiri setelah ruku' (i'tidal), imam membaca Fatihah lagi. Spontan, Dulkemit dengan suara keras mengucap "Subhanallah". Namun ternyata imam dan jamaah lain tidak menggubrisnya. Dulkemit pun terpaksa mengikutinya.

Kejadian seperti ini ternyata terulang kembali di rakaat kedua. Kembali Dulkemit mengucap "Subhanallah". Tapi lagi-lagi tak digubris. Lalu ia pun langsung sujud sendiri, tidak ruku' dan i'tidal dua kali seperti jamaah lainnya.

Selesai shalat, Salim, jamaah disampingnya bertanya: "Ngapa tadi kok baca subhanallah, Mit?" (sambil menyalaminya).

"Masa shalat dzuhur, baca fatihah, ruku' sama i'tidalnya dua kali, kan salah. Jadi ya diingatkan dengan subhanallah," kata Dulkemit membela diri.

"Ini bukan shalat Dzuhur, Mit. Ini lagi shalat gerhana matahari," kata Salim sambil mempersiapkan diri mendengarkan khutbah gerhana. (Muhammad Faizin)
BNI Mobile