Pengurus PMII Didorong Perkuat Konsistensi Kaderisasi

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten, Ahmad Solahudin (dua dari kiri) saat memberikan sambutan di kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten di Curug, Kota Serang, Banten, Senin (30/12). (Foto: NU Online/ Rahman Ahdori)
Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten, Ahmad Solahudin (dua dari kiri) saat memberikan sambutan di kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten di Curug, Kota Serang, Banten, Senin (30/12). (Foto: NU Online/ Rahman Ahdori), Pengurus PMII Didorong Perkuat Konsistensi Kaderisasi
Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten, Ahmad Solahudin (dua dari kiri) saat memberikan sambutan di kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten di Curug, Kota Serang, Banten, Senin (30/12). (Foto: NU Online/ Rahman Ahdori), Pengurus PMII Didorong Perkuat Konsistensi Kaderisasi
Serang, NU Online
Sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama (NU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) konsisten melakukan kaderisasi di semua tingkatan kepengurusan. Kaderisasi tersebut semata dilakukan PMII untuk menjaga NU dan Indonesia dari berbagai persoalan yang mengancam. 

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten, Ahmad Solahudin, menuturkan kegiatan-kegiatan kaderisasi di PMII sepenuhnya dalam rangka mewujudkan konsistensi kaderisasi. Orang yang telah dibaiat menjadi kader mujahid maupun mujtahid secara otomatis memiliki tanggung jawab yang berat kaitannya dengan implementasi nilai. 

"Ini harus diimplementasikan di ruang apapun dan di manapun. Dibaiat menjadi kader mujtahid misalnya harus dijadikan spirit kaderisasi dan tanggung jawab di PMII," katanya saat memberikan sambutan di Penutupan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PKC PMII Banten, di Gedung Pemuda KNPI Banten di Curug, Kota Serang, Banten, Senin (30/12) pagi. 

Ia berharap, perwujudan kader mujtahid di PMII diimplementasikan oleh seluruh kader PMII yang telah diambil sumpahnya. Sebab, kata dia, setelah dibaiat tanggung jawab kader mujtahid melekat di pundak kader sampai hari kiamat.

"Saya berharap ini dilakukan dan di jalankan karena tanggung jawab ini melekat kepada kita Ila yaumil qiyamah. Selama bernafas dan bernyawa," tuturnya. 

Ia memohon seluruh agenda PMII mendapatkan rahmat serta barokah dari Allah SWT, Rasulullah SAW, para pendiri NU, dan para pendiri PMII yang telah wafat. Persoalan kaderisasi harus diyakini sebagai langkah yang tepat dan strategis untuk memperkuat PMII sebagai organisasi dan PMII sebagai basis ideologi Ahlusunah wal Jamaah An-Nahdliyah. 

"Baik dan buruknya ada di tangan kita semua," ujarnya seraya mengakhiri kata sambutannya.

Sebelumnya, PKC PMII Provinsi Banten menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL) di Gedung Pemuda KNPI Banten di Curug,  Kota Serang Banten, sejak Kamis (26/12) lalu dan telah berakhir pada Senin (30/12) hari ini. Kegiatan mengusung tema Meneguhkan Komitmen Bernegara.

Ketua Panitia PKL PKC PMII Banten Ucup Supriyadi menuturkan, kaderisasi formal organisasi PMII tersebut bertujuan memperkuat komitmen kader PMII dalam bernegara. Menurutnya, tiga tahun terakhir banyak sekali kelompok masyarakat juga mahasiswa yang meragukan sistem berbangsa dan bernegara kita sehingga komitmen bernegara di kalangan masyarakat dan mahasiswa cenderung menurun.

"Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen bernegara ribuan kader PMII di Banten," katanya saat menyampaikan laporan kegiatan.

Dalam kegiatan PKL, lanjutnya, peserta  diberikan materi-materi ke-PMII-an,  ke-NU-an dan Kebangsaan. Peserta juga diminta mempertajam analisis kaitannya dengan kondisi bangsa dan dunia Islam dewasa kini.
 
Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Muchlishon
BNI Mobile