Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Dipandu Ulama NU, Warga Amerika Masuk Islam

Dipandu Ulama NU, Warga Amerika Masuk Islam
James Roise Cozort (80) warga kebangsaan Amerika Serikat (kanan) (Foto: NU Online/Ade Mahmudin)
James Roise Cozort (80) warga kebangsaan Amerika Serikat (kanan) (Foto: NU Online/Ade Mahmudin)
Subang, NU Online
James Roise Cozort (80) warga kebangsaan Amerika Serikat akhirnya masuk Islam dengan dipandu langsung oleh Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Subang, Jawa Barat di Pesantren Nurul Anwar Mubtadi'en Subang, Rabu (1/1).
 
Kendati masih banyak keterbatasan dalam mengucapkan dua kalimah syahadat, namun proses islamisasi berjalan dengan lancar dan tak ada halangan yang berarti. 
 
"Saya masuk Islam di Indonesia karena saya tertarik dengan kondisi masyarakat Islam di sini yang penuh keramahtamahan, moderat dan santun. Itu yang membuat saya termotivasi masuk Islam," ujar James kepada NU Online usai ikrar dua kalimah syahadat melalui penerjemah bahasa Inggris dari santri setempat.
 
Ia mengaku lega setelah masuk Islam. Pasalanya sudah beberapa tahun terakhir antara ragu dan keyakinan masih terbesit dalam benaknya. 
 
"Selain menanyakan langsung kepada orang lain tentang Islam, saya juga memanfaatkan berbagai media untuk mempelajari apa itu Islam baik dengan Youtube dan media sosial lainnya," ujar James yang kemudian berubah nama menjadi Lutfan Latif itu.
 
Katib PCNU Subang, KH Zezen Zaenal Mufid yang memandu langsung proses ikrar mengaku gembira setelah akad selesai. James tertarik masuk Islam melalui Nahdlatul Ulama, organisasi yang mengajarkan perdamaian, Islam yang rahmatan lilalamin.
 
"Tentu ini menjadi pelajaran penting buat kita semua bahwa dengan cara ber-Islam di Indonesia yang telah diwariskan oleh para Wali Songo ini ternyata menjadi pemantik motivasi orang lain sehingga tertarik untuk masuk Islam. Islam yang penuh kedamaian, sejuk, toleran dan moderat tidak mengajarkan kekerasan dan lainnya," pungkasnya. 
 
Kontributor: Ade Mahmudin
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile