Pergantian Tahun Lebih Baik Diisi Shalawatan

Pergantian Tahun Lebih Baik Diisi Shalawatan
GP Ansor Perumahan Kota Baru Driyorejo Gresik, Jawa Timur menyelenggarakan majelis bershalawat. (Foto: NU Online/M Jauhari Utomo)
GP Ansor Perumahan Kota Baru Driyorejo Gresik, Jawa Timur menyelenggarakan majelis bershalawat. (Foto: NU Online/M Jauhari Utomo)
Gresik, NU Online
Pimpinan Ranting (PR)  Gerakan Pemuda (GP) Ansor Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik, Jawa Timur menyelenggarakan Majelis KBD Bersholawat. Kegiatan dalam rangka menyambut tahun baru 2020. Acara digelar di perempatan Jalan Raya Batu Mulia, Kota Baru, Driyorejo, Sabtu (4/1).
 
Majelis shalawat dipimpin langsung oleh Habib Muhsin Al Hamid diiringi grup Hadrah Ahbabul Musthofa Surabaya. Selain Habib Muhsin, turut serta dalam rombongan, Habib Ali bin Husein al-Hamid, Habib Abdullah Assegaf, Habib Segaf al-Jufri, Habib Reza Baabud dan Gus Bayu.
 
M Arif Ardiansyah selaku Pimpinan Ranting Ansor KBD menyampaikan pesannya terkait dengan penyelenggaraan acara tersebut. Dirinya berharap dalam mengawali tahun baru dengan majelis shalawat, semoga keberkahan Rasulullah selalu menyertai. 
 
"Ini merupakan majelis shalawat di KBD jilid 3. Alhamdulillah kami bisa istiqamah menyelenggarakan di setiap awal tahun baru. Semoga dengan majelis shalawat ini, kami semua mendapatkan berkah," terangnya kepada NU Online.
 
Selain itu, dirinya ingin mengurangi budaya tahun baru yang identik dengan menghamburkan uang untuk hal yang kurang bermanfaat. 
 
"Daripada masyarakat menggunakan waktu dan materinya untuk hal yang kurang bermanfaat, lebih semua kita ajak mencari berkah dan syafaat Nabi," ungkapnya.
 
Habib Ali bin Husein al-Hamid dalam mauidhatul hasanah memberikan nasihat bahwa harus bersyukur berjamiyah NU. Berkah shalawatan, ikut para ulama, habaib, kiai-kiai semua berkumpul dan hidup tenteram serta damai.
 
"NU itu ijo royo-royo, bintang songo, joyo, mulya, utomo. Dengan jamiyah NU, kita bangun negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur," ungkapnya.
 
Habib Ali juga menyampaikan betapa pentingnya hormat dan takdim kepada guru, kiai dan ulama. Karena tanpa jasa para pendahulu tidak mungkin semua mengenal ajaran Islam.
 
"Kita semua ini siapa, kalau tanpa jasa guru kita, kiai kita, habaib kita, dan ulama kita. Mana Mungkin kita tahu syariat Islam kalau bukan karena jasa mereka," terang Habib Ali, kemudian disambung Habib Muhsin menyanyikan syiir man ana.
 
Dalam majelis shalawat tersebut hadir sebagai tamu undangan, jajaran Muspika Kecamatan Driyorejo, KH Khuzaini, H Mas'ud, beserta jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Driyorejo lainnya. 
 
Hadir juga rombongan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dan PAC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Driyorejo dan seluruh undangan yang lain. Semua berkumpul di atas panggung bersama mendampingi Habib Muhsin dan habaib lainnya.
 
 
Kontributor: M Jauhari Utomo
Kontributor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile