IMG-LOGO
Daerah

Aswaja an-Nahdliyah Bisa Dikenalkan Lewat Metode Ruqyah


Selasa 7 Januari 2020 17:00 WIB
Bagikan:
Aswaja an-Nahdliyah Bisa Dikenalkan Lewat Metode Ruqyah
Pelatihan Ruqyah Aswaja yang digelar di PCNU Bondowoso serta diikuti sejumlah kalangan. (Foto: NU Online/Ade Nurwahyudi)
Bondowoso, NU Online
Banyak cara yang bisa dilakukan dalam upaya semakin mendekatkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja an-Nahdliyah kepada warga. Salah satunya dengan pendekatan ruqyah.
 
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Gus Imam Supriyadi pada pelatihan praktisi ruqyah Aswaja di aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (7/1).
 
“Syiar Aswaja an-Nahdliyah di kalangan NU itu salah satunya adalah lewat thibbun nabawi yaitu pengobatan-pengobatan ala nabi,” kata Ketua Pengurus Cabang (PC) Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kabupaten Bondowoso tersebut kepada NU Online.
 
Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan di kota tape tersebut dari sebelumnya tahun 2007 lalu. Dan yang istimewa, pada kesempatan itu mendatangkan mujis JRA Gus Allama A'lauddin Shiddiqiy.
 
"Beliau memberikan ijazah dan memberikan pelatihan kepada calon ruqyah di kalangan Nahdlatul Ulama," ungkapnya.
 
Dirinya juga menyebutkan bahwa jamiyah ruqyah Aswaja sudah mendapatkan pengesahan secara resmi sekaligus menjadi sayap dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
 
Selama pelatihan, para peserta berjumlah puluhan orang yang berasal dari kalangan kiai, ustadz, dan TNI AD baik dari Bondowoso maupun kota di sekitarnya. Mereka memperoleh materi terkait penyembuhan penyakit lewat sejumlah ayat al-Qur'an.
 
Gus Imam, panggilan akbrannya mengemukakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mencari ridha Allah dan menjadikan syiar bagi akidah Alhusunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
 
Ia berharap dari pelatihan ini nanti dapat melahirkan praktisi yang andal dan militan, serta menjadi corong di masyarakat bahwasan ruqyah sebagai metode penyembuhan yang juga ada di kalangan NU.
 
"Kita bisa memperkenalkan ruqyah sehingga bisa mengakar di masyarakat dan bisa menjadikan Al-Qur'an sebagai obat utama dari sejumlah masalah medis maupun non-medis," ucapnya.
 
Selama Januari ada beberapa tempat yang dijadikan lokasi pelatihan ruqyah oleh JRA. Sebelumnya di Banyuwangi yang dikuti ratusan peserta, kemudian Bondowoso yang dilanjut di Situbondo hingga Probolinggo. Kota lain juga akan menyusul seperti Surabaya, Pacitan.
 
Narasumber dalam kegiatan pelatihan tersebut adalah Gus Allama A'lauddin Shiddiqiy selaku founder dan Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat JRA. 
 
 
Kontributor: Ade Nurwahyudi
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG