Bawa Misi Aswaja, 36 Santri Nuris Bertolak ke Thailand

Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren Nuris, KH Muhyidin Abdusshomad saat saat memberikan pengarahan dalam pelepasan 36 pelajar Nuris ke Thailand di Masjid Baitunnur, kompleks Pondok Pesantren Nuris. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren Nuris, KH Muhyidin Abdusshomad saat saat memberikan pengarahan dalam pelepasan 36 pelajar Nuris ke Thailand di Masjid Baitunnur, kompleks Pondok Pesantren Nuris. (Foto: NU Online/Aryudi AR), Bawa Misi Aswaja, 36 Santri Nuris Bertolak ke Thailand
Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren Nuris, KH Muhyidin Abdusshomad saat saat memberikan pengarahan dalam pelepasan 36 pelajar Nuris ke Thailand di Masjid Baitunnur, kompleks Pondok Pesantren Nuris. (Foto: NU Online/Aryudi AR), Bawa Misi Aswaja, 36 Santri Nuris Bertolak ke Thailand

Jember, NU Online

Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur terus berupaya untuk meningkatkan wawasan santrinya dengan pengalaman belajar internasional. Buktinya, setiap tahun pesantren yang berlokasi sekitar 6 kilometer ke arah utara kota Jember itu, mengirimkan santrinya untuk belajar ke mancanegara, khususnya di kawasan Asia.

 

Kali ini sebanyak 36 santri Nuris bertolak ke Thailand, Selasa (7/1) malam untuk menjalani pertukaran pelajar. Mereka terdiri dari 26 siswi dan 10 siswa. Semuanya berasal dari kelas XI SMA dan MA Nuris. Selama satu bulan kedepan, mereka akan tinggal di negara gajah putih itu.

 

Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren Nuris, KH Muhyidin Abdusshomad berharap agar peserta pertukaran pelajar dapat memanfaatkan kunjungannya di Thailand dengan sungguh-sungguh. Sebab untuk terpilih sebagai peserta tidaklah gampang. Selain itu, banyak kebudayaan yang berbau Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) bisa digali dari Muslim setempat.

 

“Saya pesan, jaga nama baik Nuris, dan manfaatkan waktu yang ada untuk belajar dan mengajar, serta menebar ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah,” ucapnya saat memberikan pengarahan dalam pelepasan 36 pelajar Nuris ke Thailand di Masjid Baitunnur, kompleks Pondok Pesantren Nuris, Selasa (7/1) malam.

 

Sementara itu, pendamping peserta pertukaran pelarar Nuris, Ilzamunnabil mengungkapkan, lokasi tujuan mereka akan dibagi menjadi dua. Yaitu di Thailand Selatan dan Krabi. Selain belajar kebudayaan daerah setempat, mereka juga mengajar kitab kuning, bahasa inggris, dan bahasa Arab.

 

“Intinya mereka belajar sambil mengajar,” jelasnya.

 

Lajang asal Banyuwangi itu menegaskan bahwa latar belakang pertukaran pelajar maupun pengiriman siswa Nuris untuk menempuh S1 di Thailand, Singapura, Vietnam, dan Singapura merupakan bagian dari upaya pengasuh Nuris untuk membentuk poros Aswaja di kawasan Asia. Karena itu, selain santri Nuris yang belajar ke Thailand dan sebagainya, pelajar dari negara-negara tersebut, terutama Thailand, juga belajar dan mendalami Aswaja di Nuris.

 

“Pada saatnya kelak santri Nuris dan pelajar-pelajar itu akan saling menguatkan untuk melestarikan Aswaja,” pungkasnya.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

 

BNI Mobile