Mudir Jatman NU Subang Tutup Usia

Mudir Jatman NU Subang, KH Thola'al Badr Karim. (Foto: NU Online/Ade Mahmudin)
Mudir Jatman NU Subang, KH Thola'al Badr Karim. (Foto: NU Online/Ade Mahmudin), Mudir Jatman NU Subang Tutup Usia
Mudir Jatman NU Subang, KH Thola'al Badr Karim. (Foto: NU Online/Ade Mahmudin), Mudir Jatman NU Subang Tutup Usia
Subang, NU Online
Warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Subang, Jawa Barat sedang berduka. Salah seorang tokoh NU asal Pungangan Patokbeusi, KH Thola'al Badr Karim tutup usia di usia 50 tahun.
 
Kiai yang akrab disapa Kang Oto tersebut menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kamis (9/1) karena serangan struk yang mulai dirasa sejak 2015 silam. 
 
"Kami merasa kehilangan sosok ayah yang menjadi teladan bagi anak-anaknya," ujar anak sulung Kang Oto, Ahmad Bariez Labib Syakabi saat ditemui NU Online di rumah duka. 
 
Kang Oto yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah yang berdiri sejak 1977 itu masih tercatat sebagai Mudir Jam'iyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat. 
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kang Oto mulai dibawa ke RSHS Bandung sejak hari Ahad (5/1) malam, namun kondisinya semakin menurun hingga akhirnya tutup usia dan dikebumikan di pemakaman keluarga pada pukul 16.00 WIB.
 
Turut menjadi imam shalat jenazah, KH Nawawi yang merupakan Rais Jatman PCNU Subang. Ribuan jamaah tumpah ruah melepas kepergian Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Patokbeusi periode 2013-2015 tersebut.
 
Putra ketiga pasangan KH Abdul Karim Aly dan Hj Nyimas Maemunah tersebut meninggalkan seorang istri, Hj Tharikotul Ulum dan dua orang anak, Ahmad Bariez Labib Syakabi dan Ahmad Miqdad Syakabi. Almarhum diketahui juga pernah nyantri di Buntet Pesantren Cirebon. 
 
Anggota DPR RI, Maman Imanulhaq yang turut hadir saat prosesi pemakaman mengatakan, sosok Kang Oto menjadi cerminan bagi kalangan generasi Nahdliyin atas kegigihannya menegakkan syi'ar Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. 
 
"Untuk itulah kemudian, saya berpesan, khususnya kepada anak-anaknya agar meneruskan perjuangan almrahum. Karena saya bersaksi bahwa beliau istiqamah dan semangat dalam menegakkan syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.
 
Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH Satibi mengaku kehilangan sosok yang telah memajukan Jatman PCNU Subang dan telah berkontribusi dalam memajukan NU di Kabupaten Subang. 
 
"Atas nama keluarga besar PCNU Subang, kami turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian beliau. Karena beliaulah, Jatman di Subang menggeliat. Mudah-mudahan beliau diaku sebagai santrinya Mbah Hasim Asy'ari dalam keadaan khusnul khatimah," pungkasnya. 
 
Kontributor: Ade Mahmudin
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile