Pesantren Al-Falah Puger Jember Tekuni Usaha Olahan Pangan

Pesantren Al-Falah Puger Jember Tekuni Usaha Olahan Pangan
Sejumlah santri Al-Falah Puger tengah melakukan proses cooking telor asin asap. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Sejumlah santri Al-Falah Puger tengah melakukan proses cooking telor asin asap. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Pondok Pesantren Al-Falah, namanya. Pesantren yang teletak di Dusun Kalimalang, Desa Mujomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ini termasuk pesantren yang kreatif. Pasalnya pesantren yang didirikan oleh KH Solihan Arrosyadi (1975) itu, tidak hanya mendidik santrinya dengan ilmu, tapi juga membekali mereka dengan keterampilan membuat olahan pangan.

 

“Usaha yang kami rintis, sekaligus tempat magang santri, dan sebagian pekerja memang kami ambil dari santri,” ujar salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Gus Tanthowi Jauhari kepada NU Online di kediamannya, Sabtu (11/1).

 

Pondok Pesantren Al-Falah saat ini cukup intens menekuni usaha pengolahan makanan, baik dari ikan maupun buah-buahan. Misalnya, telor asin asap, bandeng dan lamuru presto, permen buah, selai buah, dan dodol buah. Namun yang ‘istiqamah’ adalah telor asin asap dan bandeng dan lamuru presto.

 

“Kalau yang lain, misalnya permen buah dan sejenisnya baru memproduksi jika buah-buahan melimpah,” lanjutnya.

 

Telor asin asap diakuinya menjadi favorit konsumen. Telor yang satu ini berbeda dengan telor asin biasa. Proses produksi telor asin biasa hanya direbus, dengan rasa asin dan warna juga tetap. Tapi kalau telor asin asap, prosesnya diasap di lemari oven dengan bahan bakar khusus, batok kelapa. Warna telornya coklat, dan rasa bisa ditambah sesuai dengan selera. Lemari oven tersebut bisa memproduski 300 telur dalam sejam.

 

“Pemesannya sudah di mana-mana, termasuk warung-warung di sekitar Jember. Terkadang hajatan masyarakat juga pesan telor produksi kami,” terang Gus Thowi, sapaan akrabnya.

 

Sedangkan bahan baku (telor) Gus Thowi mengaku membeli dari peternak bebek di sekitar pesantren. Mereka rata-rata adalah alumni pesantren dan wali santri. Ini dimaksudkan agar usaha tersebut juga dapat menggairahkan ekonomi warga di sekitar pesantren.

 

“Agar keberadaan pesantren ini juga bermanfaat secara ekonomi bagi warga,” jelas Wakil Sekretaris PCNU Kencong itu.

Selain memproduksi telor asin asap, Pesantren Al-Falah juga mengolah ikan bandeng dan lamuru dalam bentuk presto, siap saji. Ini juga tak lepas dari upaya peningkatan perekonomian warga. Lokasi Pesantren Al-Falah berada tak jauh dari pantai Puger, sehingga tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan baku (ikan). Apalagi tak sedikit alumni pesantren yang berprofesi sebagai nelayan.

 

“Pemberdayaan ekonomi warga, memang tak lepas dari misi usaha kami, selain untuk kemandirian ekonomi pesantren, tentunya,” pungkas Gus Thowi.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile