IMG-LOGO
Internasional

Fakta-fakta Baru Ketegangan Iran-AS


Selasa 14 Januari 2020 14:00 WIB
Bagikan:
Fakta-fakta Baru Ketegangan Iran-AS
Bendera Iran dan Amerika Serikat. (Reuters)
Jakarta, NU Online
Iran kembali melancarkan serangan rudal ke basis militer Amerika Serikat (AS) di pangkalan militer Irak pada Ahad (12/1) kemarin. Akibat serangan itu, empat prajurit setempat terluka; dua petugas Irak dan dua penerbang.

Dilaporkan, delapan rudal tipe Katyusha menyasar lapangan lapangan udara milik Irak, Al-Balad. Pangkalan ini memiliki satu kesatuan kecil Angkatan Udara AS dan kontraktor Amerika. Mengingat ketegangan AS dan Iran selama dua pekan terakhir, warga AS di pangkalan tersebut sudah dievakuasi ke Erbil dan Taji.  

“Saat ini hanya tersisa tak lebih dari 15 tentara AS dan satu pesawat di Al-Balad," kata seorang sumber militer, seperti diberitakan AFP.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengecam serangan rudal Iran ke basis militernya di pangkalan militer Irak tersebut. Ia marah karena serangan tersebut terjadi menyusul Iran yang mengisyaratkan untuk mengurangi ketegangan di kawasan.

De-eskalasi, solusi atasi krisis di kawasan

Iran memberikan isyarat untuk menurunkan eskalasi konflik setelah hampir dua pekan bersitegang dengan AS. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk melakukan konsultasi dan kerja sama untuk keamanan seluruh wilayah.
 
Pernyataan Rouhani tersebut keluar setelah terjadi pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani. Keduanya bahkan setuju bahwa satu-satunya solusi untuk mengakhiri konflik di kawasan adalah dengan menurunkan eskalasi.

“Kami sepakat bahwa satu-satunya solusi untuk krisis ini adalah de-eskalasi dari semua pihak dan dialog," kata Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, dikutip dari AFP, Ahad (12/1).

AS penyebab situasi saat ini di Timur Tengah

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut, situasi saat ini di Timur Tengah yang tidak menguntungkan terjadi karena tindakan korup AS dan sekutu-sekutunya. Untuk menghadapi itu, dia menyerukan kepada negara-negara di Timur Tengah untuk saling bekerjasama.

"Alasan di balik situasi ini adalah tindakan-tindakan korup yang dilakukan Amerika dan sekutu-sekutunya dan satu-satunya cara untuk menghadapi itu adalah dengan bergantung pada kerja sama antar-regional," kata Khamenei, dilansir media Iran, Press TV, Senin (13/1).

Menurutnya, Iran telah beberapa kali mengumumkan secara terang-terangan siap meningkatkan kerja sama dengan negara-negara regional, untuk menghadapi AS dan sekutu-sekutunya. 

AS juga incar komandan Iran lainnya

AS dilaporkan juga melancarkan serangan ke arah komandan senior Iran lainnya di Yaman. Namun, serangan tersebut gagal. Serangan itu dilancarkan pada hari yang sama ketika Komandan Pasukan Quds, Jenderal Qasem Soleimani, meninggal dalam serangan AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1) lalu.

Seperti dilaporkan Associated Press dan Press TV, Senin (13/1), serangan udara AS tersebut menarget salah satu komandan senior pada Garda Revolusi Iran, Abdul Reza Shahlai. Serangan itu dilancarkan ke wilayah Yaman pada Jumat (3/1).

Sumber militer AS menyebut, serangan yang menyasar Shahlai tersebut tidak berhasil seperti serangan yang menarget Soleimani di Irak. Tidak informasi lebih lanjut mengapa serangan tersebut gagal. 

Shahlai dianggap sebagai komandan militer terbaik bagi Pasukan Quds Iran yang berbasis di Yaman. Dia secara aktif membantu pasukan Yaman melawan operasi militer pimpinan Arab Saudi yang didukung AS.

Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG