Ikan Laut Baik untuk Kesehatan Tubuh, Otak dan Jantung

Ikan Laut Baik untuk Kesehatan Tubuh, Otak dan Jantung
Rina Yuniati dari Rumah Sakit Islam Sidoarjo (kanan) menjelaskan kandungan gizi kepada pasien. (Foto: NU Online/M Kholidun)
Rina Yuniati dari Rumah Sakit Islam Sidoarjo (kanan) menjelaskan kandungan gizi kepada pasien. (Foto: NU Online/M Kholidun)
Sidoarjo, NU Online
Tim ahli gizi Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur Rina Yuniati mengatakan, mengkonsumsi ikan selain sangat penting bagi tubuh dan otak, juga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Hal tersebut, terungkap pada tahun 1970-an, saat riset dilakukan terhadap orang-orang Eskimo. 
 
Para pemakan ikan ini memiliki usia harapan hidup rata-rata lebih dari 60 tahun dan mengalami kejadian kematian akibat penyakit jantung iskemia relatif rendah.
 
Mengonsumsi ikan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Selain juga juga membantu pertumbuhan, terutama pertumbuhan otak dan tulang anak, mencegah penyakit jantung, mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan mengurangi risiko depresi.
 
“Ikan laut sudah sangat populer dengan kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin D, dan sumber omega-3 terbaik. Kandungan-kandungan tersebut sangat penting bagi tubuh dan otak,” kata Rina kepada NU Online, Jumat (17/1).
 
Rina menjelaskan, ikan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan otak memiliki beragam jenis. Ikan-ikan tersebut dikelompokkan menjadi berbagai keluarga di antaranya keluarga tembang, keluarga cod, keluarga salem, ikan pelagis dan ikan air tawar.
 
“Keluarga tembang seperti teri, tembang, sarden. Keluarga cod yaitu Cod dan Haddock. Keluarga salem yakni  salem, salmon dan trout laut. Ikan pelagis yaitu tuna, tongkol, cakalang, kembung dan ekor kuning. Ikan air tawar yakni bandeng, gurame, lais, patin serta ikan merah,” jelas ahli gizi di rumah sakit kebanggaan warga NU ini.
 
Lebih lanjut Rina mengungkapkan, ikan merupakan bahan makanan sumber protein yang berkualitas tinggi. Namun berbeda dengan bahan makanan hewani lainnya, sebagian besar ikan memasok lemak dan kolesterol relatif lebih rendah. Di samping itu, ikan merupakan sumber vitamin A dan D, serta mineral-kalsium, faosfor, fluor, iodium, kalium dan selenium yang sangat dibutuhkan tubuh.
 
Selain mempunyai kandungan lemak yang lebih sedikit dibandingkan dengan daging, lemak ikan juga terdiri dari asam-asam lemak yang didominasi oleh asam lemak tak jenuh ganda. Khususnya asam lemak omega-3 rantai amat panjang, EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid).
 
“EPA dan DHA banyak dijumpai dalam ikan laut, terutama pada golongan ikan tembang seperti teri, ikan tembang, sarden. Di mana EPA dan DHA ini merupakan komponen bioaktif yakni aktif secara fisiologis,” ungkapnya.
 
Memasak ikan tentu harus diperhatikan dengan baik dan benar. Supaya nilai gizi ikan tetap bertahan, tidak rusak saat dimasak. Adapun caranya yakni memasak ikan seperti dibakar, direbus, dikukus, dipanggang, ditumis dan dengan microwave dapat mempertahankan, baik kelembaban ikan maupun kandungan zat gizi yang dimiliki.
 
“Masakan ikan akan berlemak tinggi bila diolah dengan mentega atau disiram saus krim sarat lemak. Oleh karena itu, agar hidangan ikan tidak berlemak tinggi, tambahkan flavor pada ikan dengan merendamnya dalam air jeruk limau atau gunakan bumbu masak alami seperti daun salam, adas, cabai hijau dan sebagainya,” pungkasnya. 
 
 
Kontributor: Moh Kholidun
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile