Isi Kuliah Umum di Unasman, Waketum PBNU: Jaga Islam Wasathiyah

Isi Kuliah Umum di Unasman, Waketum PBNU: Jaga Islam Wasathiyah
Waketum PBNU M Maksum Mahfoeds (memegang mikrofon) dalam kuliah tamu di Unasman, Jumat (17/1) (Foto: Haryanto Oghie)
Waketum PBNU M Maksum Mahfoeds (memegang mikrofon) dalam kuliah tamu di Unasman, Jumat (17/1) (Foto: Haryanto Oghie)
Polewali Mandar, NU Online
Indonesia ditakdirkan menjadi negara dengan beragam  suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Ragam latar belakang ini sebagai kekuatan Indonesia yang tidak dimiliki negara lain.
 
"Afganistan bahkan setiap kali bertemu dengan Presiden Jokowi selalu mengingatkan agar menjaga Indonesia, jangan seperti Afganistan, hanya ada tujuh suku tetapi tidak pernah ada kedamaian sampai hari ini," kata Waketum PBNU, M Maksum Mahfoedz dalam kuliah umum yang dilaksanakan di Universitas Al-Asyariah Polewali Mandar (Unasman), Sulawesi Barat, Jumat (17/1) siang.
 
Unasman merupakan salah satu perguruan tinggi ternama NU di Jazirah Sulbar ini, lanjut Guru Besar Fakultas Pertanian UGM ini, harus melahirkan mahasiswa dan alumni yang berpikir wasathiyah. "Islam yang rahmatan lilalamin dan menghargai keragaman," katanya.
 
Sementara itu, Rektor Unasman yang juga Ketua LPTNU Sulbar, Chudriah Sahabuddin dalam sambutan pengantarnya, melaporkan bahwa Unasman di samping senagai perguruan tinggi umum juga sebagai lembaga pesantren. Unasman memberi matakuliah enam jam agama meliputi aqidah, syariah, dan akhlak Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah.
 
"Sampai tahun ini Unasman memiliki kurang lebih 6000 mahasiswa," lanjut rektor yang juga putri pendiri Unasman dan tokoh NU Sulbar, KH Sahabuddin
 
Dalam kuliah tamu tersebut hadir Wakil Ketua LP Maarif NU Pusat Basnang Said, para wakil rektor, dekan dan sejumlah dosen dan organisasi kemahasiswaan ekstra PMII dan intrakurikuler.
 
 
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile