Bersama Wahid Foundation Pergunu Jateng Upayakan Solo Raya 'Adem Tentrem'

Bersama Wahid Foundation Pergunu Jateng Upayakan Solo Raya 'Adem Tentrem'
Rapat Terbatas Pergunu Jateng bersama Wahid Foundation, Senin (20/1) (Foto: Aris Adi Leksono)
Rapat Terbatas Pergunu Jateng bersama Wahid Foundation, Senin (20/1) (Foto: Aris Adi Leksono)
Semarang, NU Online
Program Hijaukan Solo Raya menjadi prioritas PW Pergunu Jawa Tengah periode 2017-2022. Menurut HM Faojin selaku Ketua PW Pergunu Jawa Tengah, jika Solo Raya Hijau (sejuk) maka Jawa Tengah adem
 
"Dengan Jawa Tengah adem ayem sebagaimana yang sering diungkapkan Gubernur Ganjar Pranowo maka mudahlah untuk menciptakan kerukunan, toleransi, dan sinergitas dalam membangun bangsa," ujarnya pada Rapat Koordinasi PW Pergunu Terbatas yang dilaksanakan Senin (20/1).

Upaya ini sudah dilakukan oleh PW Pergunu Jawa Tengah sejak tahun 2018 dengan pembentukan Pergunu di wilayah Solo Raya yang dimulai dari Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, Wonogiri, Sragen, Surakarta, dan Boyolali.
 
"Respons dan dukungan dari masyarakat terdidik dan unsur pemerintah terhadap program ini sangat bagus. Terbukti dari tampak hadir dan terlibatnya mereka dalam berbagai pelantikan di antaranya Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri," lanjut HM Faojin.
 
Duta Wahid Foundation, Auliya, sangat tertarik program yang telah dilakukan oleh Pergunu Jawa Tengah  yang merupakan gerakan dari bawah (grassroots movement) dengan fokus para guru.
 
"Sehingga akan kita kembangkan bersama dalam menggarap deradikalisme di wilayah Solo Raya," harap  alumi S2 UGM Yogyakarta ini.
 
Selain itu ia juga mendorong Pergunu mengajak AGPAII yang sudah terjalin dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang akan menggarap Solo Raya.
 
HM Faojin yang sekaligus Penasihat AGPAII Jawa Tengah dan Wakil Ketua Pokjawas PAI Jawa Tengah sangat gembira dengan tanggapan tersebut. Ia mengatakan Pergunu juga akan menggandeng semua unsur baik BNPT, Polda, Pangdam, MUI Jawa Tengah, Kementerian Agama, dan bahkan Muhammadiyah.
 
"Tugas ini harus bersama-sama dan sinergis serta ikhlas untuk bangsa dan negara Indonesia. Sekaligus untuk membuktikan bahwa ajaran Aswaja Annahdliyah merupakan solusi dalam berbagai masalah keagamaan dan kebangsaan," katanya. 
 
Sebagaimana laporan dari berbagai cabang Pergunu Solo Raya radikalisme masih terus terjadi di wilayahnya. Bahkan ada yang sudah viral yang justru berawal dari para guru. Hal ini menjadi keprihatinan bersama yang harus dicarikan pemecahannya.
 
"Solusi Pergunu ini berangkat dari guru NU yang memahami betul tentang Aswaja Annahdliyah dan Kebangsaan Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama. Kebangsaan dan keagamaan mereka sudah teruji oleh sejarah," tambahnya.
 
Adapun langkah-langkah yang sekarang sedang dilakukan oleh PC Pergunu Solo Raya adalah pemetaan guru PAI dan Non-PAI Pergunu yang mengajar di SMP, SMA, dan SMK Negeri pada wilayahnya masing-masing. Pemetaan ini didasarkan pada database lewat KTA Pergunu.
 
Setelah terpetakan menurut HM Faojin akan dilanjutkan Semiloka Pengembangan Sekolah Damai di Solo Raya. "Semoga lancar semua dan banyak manfaatnya," harapnya.
 
 
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile