IMG-LOGO
Daerah

Putaran Pertama, NU Widodaren Kumpulkan Koin Muktamar Rp3.789.000


Selasa 21 Januari 2020 11:00 WIB
Bagikan:
Putaran Pertama, NU Widodaren Kumpulkan Koin Muktamar Rp3.789.000
Seorang Pengurus Nahdlatul Ulama Desa Widodaren, Kecamatan Geting, Ngawi, Jawa Timur saat menyumbang dana untuk program Kotak Infak (Koin) Muktamar. (Foto: istimewa)
Ngawi, NU Online
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Widodaren, Kecamatan Geting, Ngawi, Jawa Timur melalui Unit Pengumpul Zakat Infak dan Shadaqah NU (UPZISNU) mampu menghimpun Rp3.789.000 untuk program Koin Muktamar ke-34 NU di Lampung, 22-27 Oktober 2020 mendatang.  

Penghimpunan uang tunai tersebut merupakan hasil dari penggalangan dana selama 2 pekan di sekolah-sekolah NU serta pengajian rutin yang diselenggarakan MWCNU Widodaren. Penggalangan putaran pertama ini akan terus dilanjutkan untuk putaran-putaran selanjutnya.

“Alhamdulillah, Koin Muktamar sudah beredar di Widodaren selama 2 minggu. Gerakan ini diprakarsai oleh UPZISNU Widodaren. Tahap pertama adalah kerja sama dengan LP Ma’arif,” ujar Pengurus NU Widodaren, Kiai Hasyim, Senin (20/1) sore.

Ia menuturkan, menyongsong Muktamar ke-34 NU keluarga besar Nahdlatul Ulama di Widodaren terus bergerak agar penghimpunan Koin Muktamar terkumpul sebanyak-banyaknya. Kiai Hasyim bersyukur warga NU di Widodaren antusias menggalang dana untuk Muktamar yang dilangsungkan tepat hari santri tersebut.

"Kotak Koin Muktamar kita letakkan di kelas dan di ruang-ruang guru. Alhamdulillah murid antusias mengisi kotak. Bahkan, ada seorang bapak berlari dari sawahnya saat tim Koin Muktamar kami melewati ladang miliknya. Dia memberi langsung uang dalam kotak tersebut,” ujarnya.

Tahap selanjutnya, NU Widodaren dan NU Care-LAZISNU akan menggandeng Muslimat NU dan para pimpinan pesantren agar ketika pengajian juga dilakukan pengumpulan dana untuk Muktamar.

Untuk diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 420/AII/04 D/10/2019, Muktamar ke-34 NU akan dilaksanakan di Provinsi Lampung. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan penyelenggaraan Muktamar akan dilaksanakan pada tanggal 5-10 Rabiul Awwal 1442 Hijriah atau tanggal 22-27 Oktober 2020, yang berbarengan dengan momen Hari Santri.

Persiapan Muktamar sudah dilakukan, termasuk perencanaan pembiayaan yang diharapkan berasal dari gerakan Koin Muktamar.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, pernah menyampaikan bahwa Muktamar kali ini suksesinya dari NU, oleh NU, dan untuk NU. Maka, melalui gerakan Koin Muktamar, seluruh nahdliyin di seluruh penjuru dunia diharapkan mampu membangun kemandirian untuk agenda lima tahunan NU.

Gerakan Koin Muktamar sendiri merupakan ikhtiar berkesinambungan guna mencapai kemandirian finansial NU, semenjak peluncuran program nasional Koin NU, yang terbukti telah menghasilkan capaian yang cukup signifikan, baik dari sisi manajerial, penghimpunan, program hingga pelaporan.

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Fathoni Ahmad
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG