Penghargaan dan Doktor Kehormatan yang Pernah Diberikan kepada Gus Dur

Penghargaan dan Doktor Kehormatan yang Pernah Diberikan kepada Gus Dur
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menerima doktor kehormatan (honoris causa) dari sebuah universitas di Thailand (Foto: gusdur.net)
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menerima doktor kehormatan (honoris causa) dari sebuah universitas di Thailand (Foto: gusdur.net)
Perjalanan hidup KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selalu menarik perhatian, sehingga setelah meniggal pun masih tetap diperbincangkan, bahkan makamnya pun di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, tak sepi peziarah.

Apa yang dilakukan Gus Dur yang berjasa bagi kemanusiaan mendapat perhatian dari dalam dan luar negeri. Karena itu, ia pernah diberi penghargaan dari berbagai lembaga maupun perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. 

Berikut ini adalah penghargaan dan doktor kerhormatan yang pernah diberikan kepada Gus Dur, yang disusun berdasarkan tahun pemberian. 

Tahun 1990 menerima gelar Penggerak Islam Indonesia dari Majalah Editor

Tahun 1990 Ramon Magsaysay Award for Community Leadership, Ramon Magsaysay Award Foundation, Philipina 

Tahun 1991 Islamic Missionary Award from the Government of Egypt, Mesir 

Tahun 1991 Penghargaan Bina Ekatama, PKBI 

Tahun 1994 Man Of The Year 1998, Majalah berita independent (REM) 

Tahun 1998 Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of Twente, Belanda

Tahun 2000 Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University, New York

Tahun 2004 Bapak Tionghoa dari beberapa tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok

Tahun 2006 penghargaan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 

Tahun 2009 dari Simon Wieshenthal Center (yayasan yang bergerak di bidang penegakan HAM dan toleransi antarumat beragama), New York, Amerika Serikat

Tahun 2009 dari Mebal Valor di Los Angeles, Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan karena Gus Dur dinilai punya keberanian membela kaum minoritas. Salah satunya, membela umat Konghucu di Indonesia dalam memperoleh hak-haknya yang sempat terpasung selama era Orde Baru.

Tahun 2009 penghargaan dari Temple University, Philadelphi, Amerika Serikat dengan menggunakan nama Abdurrahman Wahid sebagai salah satu jurusan studi agama dengan nama Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study 

Tahun 2010 (saat Gus Dur sudah meninggal) mendapat Lifetime Achievement Award dalam Liputan 6 Awards 
Doktor Honoris Causa 

Tahun 2000 Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand

Tahun 2000 Doktor Kehormatan dari Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand

Tahun 2000 Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, dan Ilmu Humaniora dari Pantheon Universitas Sorbonne, Paris, Prancis 

Tahun 2000 Doktor Kehormatan dari Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand 

Tahun 2000 Doktor Kehormatan dari Universitas Twente, Belanda 

Tahun 2000 Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, India 

Tahun 2002 Doktor Kehormatan dari Universitas Soka Gakkai, Tokyo, Jepang 

Tahun 2003 Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Universitas Netanya, Israel 

Tahun 2003 Doktor Kehormatan bidang Hukum dari Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan 

Tahun 2003 Doktor Kehormatan dari Universitas Sun Moon, Seoul, Korea Selatan
 
BNI Mobile