Ulama Bandung: Pecinta Rasulullah Harus Bersatu

Ulama Bandung: Pecinta Rasulullah Harus Bersatu
Pengajian di PCNU Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (19/1) (Foto: Sandi Nurfadilah)
Pengajian di PCNU Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (19/1) (Foto: Sandi Nurfadilah)
Bandung, NU Online
Para pecinta Rasulullah Muhammad Saw harus selalu bersatu dan hiduop rukun. Pasalnya Rasulullah akan meridhai apabila melihat umatnya bersatu, bersaudara, dan saling menyayangi. 
 
"Jangan membuat Rosulullah bersedih, karena umatnya saling ejek, bertengkar, apalagi saling menyakiti," kata Sekretaris PCNU Kota Bandung, Jawa Varat, KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi atau yang lebih akrab disapa Kang Mako.
 
Menyampaikan ceramah pada pengajian di Aula PCNU Kota Bandung, Jl Sancang No 8 Kota Bandung, Ahad (19/1), Kang Mako mengajak jamaah untuk senantiasa setiap hari membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.
 
"Minimal dalam sehari kita membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw sebanyak seratus kali agar tidak terlalu jauh dari Rasulullah Saw. Semakin banyak shalawat, itu lebih baik lagi," ujar kiai muda yang juga menjadi pimpinan di PKMW Taman Belajar Al-Afifiyah itu.Selain itu Kang Mako juga mengajak kepada hadirin yg hadir pada siang itu untuk senantiasa setiap hari membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
 
"Minimal dalam sehari kita membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. sebanyak minimal 100x agar tidak terlalu jauh dengan Rosululloh SAW. Semakin banyak sholawat itu lebih baik lagi" Ujar Kyai Muda yg juga menjadi pimpinan di PKMW Taman Belajar Al-Afifiyah itu.
 
Kang Mako juga menjelaskan ada empat hal yang akan ditanyakan di hari kiamat saat manusia dibangkitkan. Keempat pertanyaan itu adalah karunia berupa umur digunakan untuk apa, karunia berupa ilmu dimanfaatkan untuk apa, karunia berupa harta dicari dengan cara apa dan dibelanjakan untuk apa, dan karunia berupa jasad (tangan, lidah, kaki dan lainnya) digunakan untuk apa?
 
Selanjutnya, dijelaskan juga bahwa kelak setelah manusia dibangkitkan dari kuburnya, mereka takut luar biasa karena ternyata ketika dahulu dimasa hidupnya telah banyak bermaksiat dan durhaka pada Allah Swt. Tetapi semua sudah terlambat tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Inilah hari perhitungan yang dijanjikan (yaumul hisab).
 
Kemudian manusia berusaha meminta pertolongan kepada para Nabi seperti Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan lain-lain. Tetapi para Nabi itu pun dalam situasi malu dan takut karena para Nabi itu pun juga diminta pertanggungjawaban atas amal-amal mereka. Contohnya Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang untuk dimakan. Nabi Nuh, anak dan istrinya durhaka kepada Allah, Nabi Musa memukul seseorang hingga mati, dan seterusnya.
 
"Hingga datanglah berbondong-bondong manusia menghadap kepada Rasulullah Muhammad Saw. Dan mereka pun mendapatkan syafaat pertolongan dari Rasulullah Saw. Karena Nabi Muhammad diberikan keistimewaan oleh Allah untuk memberikan syafaat bagi siapa pun yang dikehendakinya," imbuh Kang Mako. 
 
Adapun untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah Saw, menurut Kang Mako, ada dua syaratnya. Kedua syarat itu adalah melaksanakan rukuk dan sujud (rukka'an wa sujjadan) yakni shalat; dan banyak bershalawat pada Nabi Muhammad Saw.
 
Acara tersebut digagas oleh tiga majelis besar se-Bandung Raya, yaitu Zahir Mania Bandung, Syubbanul Muslimin Lovers Bandung Raya, dan Syekher Mania Bandung. Acara juga bekerjasama IPNU-IPPNU serta muda-mudi NU Kota Bandung.
 
Mengusung tema Menjalin Silaturahim, acara dibuka oleh tampilan-tampilan grup shalawat hadrah, terbangan, serta marawis dari ketiga majelis. Tak lupa tampilan Mars Ya Ahlal Wathon karya KH Wahab Chasbullah dilantunkan.
 
 
Kontributor: Sandi Nurfadilah
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile