Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Berbagai Ancaman Mengintai Kehidupan Manusia Seluruh Dunia

Berbagai Ancaman Mengintai Kehidupan Manusia Seluruh Dunia
Ancaman muncul dari wabah penyakit, perang nuklir, kerusakan lingkungan, dan fenomena alam.
Ancaman muncul dari wabah penyakit, perang nuklir, kerusakan lingkungan, dan fenomena alam.

Dunia sudah semakin terintegrasi yang digambarkan sebagai sebuah desa global. Ibarat sebuah desa, maka apa yang terjadi di satu bagian desa dengan segera diketahui oleh bagian desa lainnya serta ikut menerima dampak. Karena itu, semua pihak berkewajiban untuk mencegah terjadinya persoalan-persoalan atau turut menyelesaikan masalah yang muncul agar tidak menimbulkan kerugian yang semakin besar bagi semua makhluk hidup yang ada di bumi ini. Beberapa ancaman global adalah wabah penyakit, perang nuklir, perubahan iklim, jatuhnya asteroid raksasa ke permukaan bumi, atau persoalan lainnya.

 

Wabah penyakit dapat muncul dari kawasan miskin yang terabaikan dengan lingkungan hidup yang kurang sehat. Lalu penyakit tersebut menyebar bersamaan dengan perpindahan manusia ke seluruh penjuru dunia. Yang paling menderita adalah kawasan sekitarnya yang terkena dampak dari penularan atau masyarakat yang mengungsi. Flu Spanyol pada 1918 telah menewaskan 21 juta orang, bahkan beberapa ahli memperkirakan korban yang lebih besar lagi. Mereka yang meninggal kebanyakan adalah orang-orang miskin di berbagai kawasan yang kondisinya buruk dan kurang mendapatkan layanan kesehatan. Ilmu kesehatan telah maju pesat sehingga berbagai penyakit menular yang menjadi momok pada abad-abad sebelumnya berhasil dihapuskan atau diminimalisasi seperti pes, tipus, campak, lepra, TBC, atau yang lainnya.

 

Namun bukan berarti dunia sudah bebas dari ancaman penyakit menular jenis baru yang bisa menimbulkan jumlah korban besar. Dunia yang sudah terkoneksi mengakibatkan penyebaran penyakit bisa berlangsung dengan sangat cepat. Dalam rentang beberapa tahun terakhir, selalu muncul penyakit baru. Yang baru-baru ini muncul adalah Corona di Wulan China yang telah menimbulkan kepanikan global. Sebelumnya ada flu burung, SARS, ebola, dan lainnya. Terdapat efek kupu-kupu, yaitu sebuah penyakit yang muncul di daerah tertentu, yang bagaikan kepak sayap kupu-kupu yang tak memberikan pengaruh apapun, dapat mengakibatkan badai di daerah lainnya karena adanya pembiaran atau penanganan yang salah. Virus Corona, yang menjangkiti satu orang jika dibiarkan dapat menjadi wabah global. Beruntung dengan tindakan yang tepat dari para ahli kesehatan dunia. Penyebaran penyakit tersebut segera bisa diatasi. Perlu kerja sama global untuk mengatasi masalah ini.

 

Perang nuklir masih menjadi ancaman global yang jika terjadi mampu memusnahkan jutaan manusia dalam waktu singkat. Penguasa psikopat dan megalomania yang ingin menguasai dunia dengan segala cara dapat memantik perang nuklir. Korban yang diakibatkan oleh bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki tetap menimbulkan kengerian hingga kini. Bagaimana jika ada bom nuklir dengan daya ledak semakin tinggi dan jumlah hulu ledak yang semakin banyak dijatuhkan. Dan kemudian terjadi aksi saling balas. Maka dampak penderitaan yang diakibatkan sangat luar biasa. Bukan hanya oleh besarnya kematian yang ditimbulkan, tetapi juga radiasi yang mengakibatkan penyakit banyak orang yang berdampak secara jangka panjang hingga puluhan tahun berikutnya. Hingga kini perlombaan senjata nuklir terus berlangsung. Negara besar terus memperkuat nuklirnya sementara negara lainnya baru juga mencoba mengembangkan teknologi nuklir seperti Iran dan Korea Utara.

 

Perubahan iklim telah menjadi keprihatinan global. Dampaknya sudah dirasakan di berbagai belahan dunia. Negara-negara dengan permukaan daratan rendah seperti Maladewa atau negara di kepulauan Pasifik terancam tenggelam karena naiknya permukaan air laut. Baru-baru ini, hutan di Australia mengalami kebakaran hebat dengan sejumlah korban jiwa. Sementara di Indonesia curah hujan sangat tinggi yang mengakibatkan banjir dan longsor. Perubahan iklim ini salah satunya disebabkan oleh meningkatnya emisi karbon. Perundingan internasional telah menghasilkan Kesepakatan Paris 2015 untuk menurunkan emisi korban. Namun, Amerika Serikat di bawah Presiden Trump keluar dari kesepakatan tersebut dengan alasan merugikan ekonomi nasional AS.

 

Industri yang ramah lingkungan menimbulkan beban ongkos produksi yang lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan barang-barang produksi menjadi tidak kompetitif di pasar global. Namun, jika tidak ada kesepakatan, maka kondisi bumi akan semakin memburuk. Semua pihak akan terkena dampak terhadap perubahan iklim ini, namun negara miskin akan terkena dampak paling besar.

 

Berbagai persoalan dunia tersebut tak akan bisa diselesaikan tanpa komitmen dan kerja sama antara seluruh komunitas global. Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi wadah bersama untuk mendiskusikan berbagai masalah di dunia. Di dalamnya terdapat berbagai badan khusus seperti World Health Organization (WHO) yang mengurusi bidang kesehatan UNESCO yang membidani masalah pendidikan dan kebudayaan, United Nations Environment Programme (UNEP) yang mengurusi lingkungan hidup, dan lainnya. Dalam PBB juga terdapat Dewan Keamanan yang membidani keamanan dunia. Dunia yang relatif aman pasca Perang Dunia II juga karena kerja-kerja yang dilakukan oleh PBB.

 

Sayangnya, wadah bersama yang dibentuk usai PD II ini tentu sudah tidak memadai untuk konteks saat ini dan berbagai persoalan baru yang menuntut komitmen bersama. Mekanisme veto yang dimiliki lima negara pemenang Perang Dunia, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, China, dan Rusia dalam Dewan Keamanan menyebabkan kepentingan internasional bisa terhambat oleh negara besar yang merasa kepentingan nasionalnya dirugikan. Negara kecil dan lemah sekadar menjadi pelengkap atas kepentingan negara kuat. Sebagai misal, Amerika Serikat beberapa kali menggunakan hak vetonya ketika menyangkut kebijakan yang dinilai merugikan kepentingan Israel. Akibatnya, kawasan tersebut terus bergolak hingga kini. Perlu membuat mekanisme baru agar lembaga internasional tersebut dikelola berdasarkan keadilan bagi semuanya. Di sinilah peluang dunia yang damai dan sejahtera untuk semua lebih mungkin tercipta. Tak mudah menata ulang, tetapi itu sebuah keniscayaan. (Achmad Mukafi Niam)

BNI Mobile