LAZISNU Kudus Bangun Rumah Warga yang Ambruk Akibat Hujan Lebat

LAZISNU Kudus Bangun Rumah Warga yang Ambruk Akibat Hujan Lebat
Rumah warga Kudus yang roboh, dibangun kembali oleh LAZISNU (Foto: NU Online/M Farid)
Rumah warga Kudus yang roboh, dibangun kembali oleh LAZISNU (Foto: NU Online/M Farid)
Kudus, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah membangun kembali rumah warga Kaliputu, Suroto yang ambruk akibat hujan lebat awal Januari 2020. 
 
“Pembangunan kembali rumah itu dilakukan LAZISNU bekerja sama dengan pemerintah daerah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus dan warga sekitar,” ujar Ketua LAZISNU Kudus H Ihdi Fahmi Tamami.
 
Dijelaskan,  pada saat survei ke lapangan kondisinya memang ambruk dan butuh untuk segera direnovasi. Sebab itu memang rumah satu-satunya sehingga sementara ini keluarga Suroto mengungsi di rumah saudaranya.
 
“Setelah mendapat laporan dari pengurus NU setempat, LAZISNU Kudus langsung menurunkan bantuan berupa bahan-bahan bangunan. Kami juga langsung berkoordinasi dengan sejumlah lembaga dan pemerintah daerah untuk segera mendirikan kembali rumah tersebut karena kondisinya suda darurat,” kata Ihdi kepada NU Online, Rabu (28/1).
 
Tidak hanya itu, LAZISNU Kudus juga menggalang donasi kepada masyarakat untuk sama-sama membantu kesusahan yang dialami oleh keluarga Suroto. Penggalangan donasi itu dilakukan via online dan offline. Hasilnya bisa dikatakan belum begitu maksimal, sebab masyarakat sekitar sementara hanya bisa membantu tenaga.
 
“Meski begitu kami tetap usahakan, salah satunya melalui pemerintah daerah ini sedang kami tempuh. Para stakeholder juga sudah mengetahui kejadian tersebut dan sedang diproses bantuannya,” jelasnya.
 
Ihdi berharap, kejadian serupa tidak terulang. Artinya, semua pihak harus segera mengantisipasi potensi kejadian serupa sedini mungkin. Misalnya dengan mendata rumah-rumah yang tidak layak huni kemudian sedikit demi sedikit diadakan renovasi yang anggarannya diakomodasi pemerintah daerah atau dana desa.
 
“Cerita tokoh setempat, rumah itu sebenarnya juga sudah di data untuk direnovasi pemerintah desa, tetapi karena ada persyaratan tertentu yang tidak terpenuhi akhirnya tidak lolos. Tapi kalau akhirnya seperti ini kan malah kasihan,” bebernya.
 
Ia juga berharap supaya ada evaluasi dari pemerintah daerah terkait bantuan sosial semacam itu. Menurutnya perlu ada penyederhanaan proses ataupun persyaratan agar tidak sampai mengakibatkan kejadian yang sifatnya darurat. “Bagaimanapun juga hak masyarakat harus diutamakan, agar kesejahteraan ini bisa dirasakan secara merata. Jangan dipersulit,” tegasnya.
 
Ihdi berpesan kepada masyarakat untuk selalu peka dan peduli terhadap sekitarnya. Kesadaran untuk saling membantu sesama harus terus ditingkatkan sehingga kehidupan sehari-hari akan semakin nyaman dan tentram dalam kebersamaan.
 
“Intinya agar kita semua ini sama-sama bahagia,” ujarnya.
 
Kontributor: M Farid
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile