Lebih Dari 130 Orang di China Meninggal karena Virus Corona

Lebih Dari 130 Orang di China Meninggal karena Virus Corona
Petugas kesehatan di Wuhan, China. Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan mengatakan sedikitnya 15 petugas medis di Wuhan terinfeksi virus Corona. (Foto: Reuters)
Petugas kesehatan di Wuhan, China. Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan mengatakan sedikitnya 15 petugas medis di Wuhan terinfeksi virus Corona. (Foto: Reuters)
Wuhan, NU Online
Virus Corona sejak pertama kali ditemukan pada akhir 2019 lalu di Wuhan, China kini telah memakan korban jiwa. Korban telah mencapai ratusan orang, sedangkan yang terinfeksi tercatat mencapai ribuan orang.

BBC melaporkan, lebih dari 130 orang di China meninggal dunia akibat terinfeksi virus penyebab pneumonia serius ini dan hampir 6.000 orang terinfeksi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam laman resminya menjelaskan telah melakukan identifikasi dan pengecekan terhadap media penyebaran Virus Corona. Hasilnya, virus Corona berasal dari hewan lalu menjangkit hewan lainnya seperti kelelawar, burung, monyet, ayam, sapi, hingga ular.

Sedangkan badan kesehatan dunia milik PBB, World Health Organization (WHO) menyerukan "Seluruh dunia harus waspada" untuk melawan virus corona.
 
WHO berencana menggelar pertemuan hari ini untuk membahas apakah akan menetapkan kasus ini sebagai darurat kesehatan dunia atau tidak.

Mike Ryan, kata kepala Program Kedaruratan WHO memuji respons China terhadap wabah mematikan, dengan mengatakan: "Tantangannya besar, tetapi responsnya sangat masif."

Seperti diketahui, Pemerintah China membangun rumah sakit khusus pasien virus corona hanya dalam waktu 10 hari di Wuhan. Kota Wuhan merupakan pusat menyebarnya virus mematikan tersebut.

Namun, virus ini telah menyebar ke seluruh China dan setidaknya telah menjangkiti 16 negara, termasuk Thailand, Prancis, Amerika Serikat, dan Australia.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip BBC mengatakan, kebanyakan orang yang tertular virus itu hanya menderita "gejala yang lebih ringan", tetapi sekitar 20 persen mengalami efek parah seperti pneumonia dan gagal pernapasan.

Dia mengatakan China "membutuhkan solidaritas dan dukungan dunia," dan bahwa "dunia bersatu untuk mengakhiri wabah, sekaligus belajar dari wabah yang terjadi di masa lalu."

Di Indonesia, sejumlah rumah sakit mulai memperketat keamanan dan mengisolasi pasien yang diduga terkena virus Corona. Juga diduga sejumlah orang yang baru tiba dari luar negeri seperti China, Taiwan atau Singapura, terinfeksi virus tersebut.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pemerintah Indonesia melakukan beragam cara. Salah satunya pemeriksaan ketat di bandara hingga menambah ruang isolasi untuk pasien Corona.

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
BNI Mobile