Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tidak Cerdas Kelola Uang, Milenial Gampang Terjerat Utang

Tidak Cerdas Kelola Uang, Milenial Gampang Terjerat Utang
Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU, Jaenal Effendi, saat acara diskusi literasi keuangan di Jakarta, Jumat (31/1) (Foto: Sueb Wiranggaleng)
Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU, Jaenal Effendi, saat acara diskusi literasi keuangan di Jakarta, Jumat (31/1) (Foto: Sueb Wiranggaleng)
Jakarta, NU Online
Generasi milenial dikenal sebagai kelompok usia yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, kreatif, dan kompetitif. Sayangnya, kebanyakan generasi yang akrab dengan dunia digital ini tidak pandai mengelola uang.

"Penghasilan para milenial separuhnya habis untuk kebutuhan bulanan. Untuk tabungan hanya sepuluh persen, sementara untuk investas hanya dua persen," kata Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU, Jaenal Effendi, saat acara diskusi literasi keuangan di Jakarta, Jumat (31/1).
 
Pada diskusi yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Istikmal Jakarta dan Prima Center, Jaenal mengatakan, pengelolaan keuangan yang buruk lanjut berdampak pada kualitas hidup seperti sulitnya para milenial menetapkan tujuan.
 
"Karena uangnya habis untuk konsumsi," tambah pengurus NU yang juga Direktur Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan IPB itu.
 
Pandangan senada disampaikan Eriko Sotarduga. Anggota Komisi XI DPR RI itu menilai generasi tidak bisa menarik batas tegas antara kebutuhan dan keinginan.
 
"Generasi milenial Indonesia tidak memiliki strategi investasi yang baik. Akibatnya, mereka rentan mengalami krisis keuangan dan mudah terjebak utang," kata Eriko dalam forum yang sama.
 
Deputi Direktur Literasi dan Informasi OJK Greta Joice Siahaan, menambahkan data lain. Sebesar 95 persen milenial kata Greta lebih memilih liburan daripada investasi.

"Kembali ke jalan yang benar. Buat anggaran bulanan yang sederhana. Ini bisa dilakukan dengan membagi pengeluaran bulanan secara terencana,” ujarnya.
 
Misalnya, lanjut Greta, untuk biaya sosial 10 persen, menabung 20 persen, kewajiban utang 30 persen, dan kebutuhan sehari-hari 40 persen.
 
"Dengan terbiasa membuat rencana keuangan, generasi milenial dapat terhindar dari jebakan utang yang tidak produktif," pungkas Greta.

Generasi milenial sendiri adalah mereka yang lahir sekitar tahun 1983 hingga 2000 atau yang saat ini berusia 18 hingga 37 tahun. Populasi milenial Indonesia diperkirakan mencapai 34 persen dari total populasi pada tahun ini.
 
 
Kontributor: Sueb Wiranggaleng
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile