Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ketua Ansor Pamekasan Apresiasi ‘Ngormat Nusantara’

Ketua Ansor Pamekasan Apresiasi ‘Ngormat Nusantara’
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan, Syafiuddin (kiri),. (Foto: NU Online/Hairul Anam)
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan, Syafiuddin (kiri),. (Foto: NU Online/Hairul Anam)

Pamekasan, NU Online

Hidup santai tapi tidak lalai. Itulah topik yang diangkat dalam acara Ngopi tor Macah NU-NKRI (Ngormat Nusantara).

 

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (1/2) malam di Cafe Lacosta Branta Pesisir, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur tersebut menghadirkan kiai milenial, KH. A. Fauzan Badruddin sebagai narasumber.

 

"Kami memberikan apresiasi kepada Ngormat Nusantara, kegiatan tersebut sangat edukatif," tegas Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin.

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan tersebut menegaskan, acara tersebut sangat penting bagi GP Ansor yang dihuni kaum milenial.

 

"Jangan biarkan malammu tanpa kopi dan ilmu. Ini milenial sekali. Ngormat Nusantara mendorong hal itu," tambahnya.

 

Bagi Syafiuddin, tema Hidup Santai tapi Tidak Lalai itu bagian penting dari ciri khas Nahdlatul Ulama (NU). Para kiai NU sudah menunjukkan betapa dalam menjalani hidup ini tidak perlu tegang.

 

"Apalagi kagetan dan mudah marah ketika ada permasalahan. Kiai NU mengajarkan pada kita agar selalu tenang menyikapi kehidupan, terpenting tidak sampai lalai," tegasnya.

 

Diterangkan, kelalaian sejauh ini kerap diidentikkan dengan kesantaian. Padahal, keduanya adalah hal berbeda dan punya makna masing-masing.

 

"Kesantaian menuntut kita untuk tenang, sementara kelalaian menjerumuskan kita pada ketidak-amanahan," tegasnya.

 

Untuk kesantaian, Syafiuddin mencontohkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau selalu santai menyikapi masalah, tapi tetap amanah menelorkan solusi atas masalah.

 

"Berbeda dengan kelalaian yang identik dengan tidak amanah. Misal kita jadi pengurus sebuah organisasi, tapi kita membiarkannya mati tanpa adanya realisasi program kerja. Itu jelas lalai," tegas Syafiuddin.

 

Syafiuddin mengapresiasi panitia Ngormat Nusantara yang menghadirkan Kiai Fauzan. Beliau sejauh ini dikenal sebagai mubaligh yang penuh humoris. Namun, di sela-sela humornya, sudah pasti selalu terselip hikmah yang mencerahkan.

 

"Kalau tidak ada halangan, insyallah saya juga hadir turut mengaji di Ngormat Nusantara," tukasnya.

 

Pewarta: Hairul Anam

Editor: Aryudi AR

 

BNI Mobile