Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Penyelamatan Aset NU Harus Jadi Kesadaran Bersama

Penyelamatan Aset NU Harus Jadi Kesadaran Bersama
Rakorwil Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama se-Jatim di RSI Siti Hajar, Sidoarjo. (Foto: NU Online/Luqman Hakim)
Rakorwil Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama se-Jatim di RSI Siti Hajar, Sidoarjo. (Foto: NU Online/Luqman Hakim)
Sidoarjo, NU Online
Maraknya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL dari pemerintah diharapkan disambut baik warga Nahdlatul Ulama. Mengingat semakin lama harga tanah akan kiai tinggi.
 
Karenanya itu pengurus Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) di berbagai tingkatan diharapkan berperan aktif mengedukasi warga guna menyelamatkan aset NU. Semakin hetergon aliran keagamaan, maka pengambil-alihan aset oleh aliran lain semakin menjadi ancaman serius. 
 
“Butuh kerja keras dan peran serta warga NU dan perlu difasilitasi pemerintah. Penyelamatan aset-aset NU sangatlah mendesak,” kata Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo, H Arly Fauzi, Sabtu (1/2). 
 
Penegasan tersebut disampaikannya pada Rapat Koordinasi Wilayah atau Rakorwil LWPNU se-Jawa Timur yang dipusatkan di auditorium Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar, Sidoarjo.   
 
Menurutnya, beberapa kendala pengurusan tanah wakaf adalah terkait pemahaman SDM di pemerintah desa yang lemah tentang regulasi wakaf dapat melemahkan semangat nadzir NU. Selain itu kendala lainnya adalah adanya pemahaman yang keliru dari persepsi pewakif dan ahli waris yang akan mewakafkan tanahnya atas nama badan hukum NU, seolah-olah pengelolaannya diambil alih NU. 
 
“Padahal tidak, wakif masih bisa mengontrol tanah wakafnya meskipun bukan atas nama dirinya,” katanya di hadapan peserta  dari Pengurus Cabang Nahdlatul se-Jatim tersebut.
 
Ia juga menyinggung persoalan tanah wakaf Lapindo yang sebagian masalahnya belum juga selesai. 
 
“Rasa kepemilikan dari wakif sudah luntur karena sudah terlalu lama mengurus lahan terdampak lumpur Lapindo dan belum juga menemui titik terang. Akankah tanah-tanah Allah ini dibiarkan tidak difungsikan,” katanya balik bertanya.
 
Rakorwil bersama utusan LWPNU se-Jatim tersebut dihadiri para penyelamat aset NU dari PC dan PW LWPNU.
 
Acara diisi H Usman selaku Ketua DPRD Sidoarjo, H Ma'ruf Syah sebagai Wakil Ketua PWNU Jatim, H Ruhu Syahid Toha (Badan Wakaf Indonesia Jatim), Nur Ahmad Syaifudin (Plt. Bupati Sidoarjo), serta H Musta'in sebagai Ketua PW LWPNU Jatim). 
 
Kegiatan berlangsung cukup menarik karena peserta aktif bertanya sekaligus berbagi pengalaman dalam mengurus persoalan tanah wakaf yang menjadi aset NU.
 
 
Kontributor: Luqman Hakim
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile