Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

PMII Bojonegoro Gelorakan Literasi di Tengah Perkembangan Digital

PMII Bojonegoro Gelorakan Literasi di Tengah Perkembangan Digital
Diskusi literasi PMII Bojonegoro, Jawa Timur di depan Kantor Pemkab Bojonegoro. (Foto:NU Online/M. Yazid)
Diskusi literasi PMII Bojonegoro, Jawa Timur di depan Kantor Pemkab Bojonegoro. (Foto:NU Online/M. Yazid)
Bojonegoro, NU Online
Budaya literasi terus digelorakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jawa Timur. Hal itu ditunjukkan aktivis PMII Komisariat Univeritas Bojonegoro melalui diskusi literasi di tempat terbuka.
 
Dalam CFD (Car Free Day) di alun-alun setempat, Ahad (2/1), tepatnya di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, puluhan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan diskusi dunia literasi. Puluhan mahasiswa itu bergerompol untuk diskusi bersama.
 
"Kegiatan ini diinisiasi oleh para mahasiswa yang tergabung dalam gerakan PMII, karena memang dipusatkan pada gerakan gemar membaca, juga ada diskusi buku karya fiersa bestari berjudul catatan juang," kata Ketua Rayon PMII Fakultas Ekonomi, Universitas Bojonegoro, Rosidah.
 
Menurutnya, keberadaan agenda gerakan literasi ini sangat perlu digelorakan sebagai sarana belajar mahasiswa di luar kampus. Apalagi saat ini, senang membaca anak muda itu rendah karena tergantikan digital.
 
"Sekarang semua serba digital, sebagai agen pembawa perubahan. Tentu saja ruang literasi seperti ini sangat penting sebagai bantuan peningkatan baca, juga diskusi yang mendorong dinamis," terang Rosidah.
 
Ditambahkan, pihaknya berharap dengan menghadirkan ruang literasi yang digelar ini, membuat kompilasi agenda acara seperti hari bebas kendaraan agar bisa menarik animo mayarakat Bojonegoro, terutama bagi para milenial di Kota Ledre.
 
"Memang zamannya untuk mengelorakan budaya literasi, sebab melalui membaca dan berdiskusi merupakan pengetahuan yang tak ternilai harganya," imbuhnya di sela-sela diskusi literasi.
 
Harapannya meski saat ini semua serba tergantikan oleh kecangihan teknologi, tak menyurutkan niat sebagai pelaku dan agen perubahan untuk terus mendorong dunia literasi.
 
"Agenda ini akan menjadi rutinitas teman-teman PMII, agar semangat literasi terus tertularkan kepada yang lainnya," pungkasnya.
 
Kontributor: M. Yazid
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile