Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

LAZISNU Sumenep Bergerak Bantu Pembangunan Mushala

LAZISNU Sumenep Bergerak Bantu Pembangunan Mushala
LAZISNU Sumenep saat menyerahkan bantuan material untuk pembangunan mushala. (Foto: NU Online/Sulaiman)
LAZISNU Sumenep saat menyerahkan bantuan material untuk pembangunan mushala. (Foto: NU Online/Sulaiman)

Sumenep, NU Online

Banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap syiar Islam, seperti yang dilakukan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Yaitu berupa pemberian bantuan material untuk pembangunan Mushala yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengaji.

 

"Pemberian bantuan ini untuk membantu pembangunan Mushala yang digunakan untuk syiar Islam, yaitu tempat mengaji Al-Quran. Semoga program seperti ini bisa dilakukan di tempat-tempat lain demi kenyamanan beribadah," jelas Direktur LAZISNU Sumenep, Abd. Hady kepada NU Online di sela-sela penyerahan bantuan material untuk pembangunan Mushala Miftahur Rahman di Desa Lamperreng, Ganding, Selasa (4/2).

 

Mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sumenep itu menambahkan, bantuan tersebut dimaksudkan sebagai penghargaan terhadap pemilik Mushala yang telah berjuang membimbing masyarakat dan mengajari santrinya tanpa kenal pamrih.

 

"Jasa Kiai Muhammad (pemilik Mushala) sudah sepatutnya mendapatkan perhatian. Beliau adalah tokoh yang sangat aktif membimbing masyarakat dan mengajari santrinya tanpa pamrih. Selain itu santri yang belajar bisa lebih nyaman karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran," tambahnya.

 

Abd. Hady meminta pemerintah memperhatikan nasib para guru ngaji. Sejauh ini keberadaaan mereka dipandang sebelah mata, dinilai hanya pengejar pahala dan tidak membutuhkan materi.

 

"Padahal mereka sama-sama punya keluarga dan butuh kesejahteraan. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan, hingga saat ini perhatian pada nasib guru ngaji tidak ada perubahan. Pemerintah harus hadir dalam hal ini, mengingat guru ngaji adalah juga penentu nasib pendidikan di Indonesia," tegas Abd. Hady.

 

Dengan disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 18/2019 tentang Pesantren, Abd. Hady berharap upaya untuk meningkatkan kualitas guru ngaji bisa dilakukan dengan lebih adil.

 

"Paling tidak mereka mendapatkan insentif atas jerih payahnya. Mereka juga berhak mendapatkan kesejahteraan yang sejauh ini luput dari perhatian," pungkas pria yang akrab dipanggil Hady tersebut.

 

Sebagaimana diketahui, LAZISNU Sumenep sudah sering melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial lainnya, baik berupa santunan kepada yang membutuhkan.

 

Kontributor: Sulaiman

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile