Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

'Pemulangan WNI Eks-ISIS Bisa Dilakukan, Asal Dikarantina di Aceh'

'Pemulangan WNI Eks-ISIS Bisa Dilakukan, Asal Dikarantina di Aceh'
Kamp pengungsian Al-Hol, tempat di mana eks-ISIS ditampung. (Foto: Reuters/Ali Hashisho)
Kamp pengungsian Al-Hol, tempat di mana eks-ISIS ditampung. (Foto: Reuters/Ali Hashisho)
Jakarta, NU Online
Direktur Eksekutif Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC) Robi Sugara ikut berkomentar terkait wacana pemulangan sekitar 600 WNI Eks-ISIS oleh pemerintah Indonesia. Meski Presiden Joko Widodo telah menyatakan menolak, kemungkinan pemulangan WNI eks-ISIS oleh pemerintah bisa saja terjadi. 

Karena itu, jika pemulangan WNI eks-ISIS dilakukan pemerintah, Robi Sugara menyarankan agar sekitar 600 WNI eks-ISIS tersebut dikarantina di Aceh, sebagai daerah yang menjalankan sistem syariat Islam. Alasannya, karena tujuan WNI bergabung dengan ISIS tersebut adalah menginginkan penerapan syariat Islam, dan itu tidak ditemukan di negaranya yaitu Indonesia. 

“Karena itu mereka pergi ke tempat yang menurut mereka sedang menjalankan syariat Islam. Tetapi mereka tidak memiliki tujuan untuk menjadi Foreign Fighters. Mereka hanya ingin menjadi warga biasa yang hidup di bawah naungan syariat Islam,” katanya kepada NU Online, Kamis (6/1). 

Ia menambahkan, tidak mudah bagi pemerintah untuk menolak atau menerima WNI eks-ISIS yang saat ini berada di penampungan di salah satu wilayah Irak dan Suriah. Persoalannya adalah jika menolak, pemerintah akan berhadapan dengan persoalan HAM. Sementara jika menerima, Indonesia belum memiliki kesiapan secara teknis, sekalipun sudah memiliki kelembagaan dan kelengkapan instrastruktur. 

“Ini belum termasuk risiko dari kuatnya ideologi ISIS untuk dilakukan rehabilitasi dan deradikalisasi,” tuturnya. 

Menurutnya, ada dua tujuan besar yang muncul di benak WNI ketika memutuskan bergabung dengan ISIS yang kemudian pergi Irak dan Suriah. Pertama, kebencian kepada negara Indonesia atas dasar tidak menggunakan hukum Tuhan dalam pemerintahan. 

“(Kedua) Selanjutnya mereka mencari wilayah yang sedang menegakkan hukum Tuhan untuk selanjutnya mereka bergabung dan menjadi Foreign Fighters di sana. Orang yang memiliki tujuan ini tentu sangat berbahaya,” ujarnya. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan kabar kalau ratusan WNI eks-ISIS akan kembali ke tanah air. Jokowi menyatakan, dirinya menolak pemulangan mereka. 

“Kemarin pun para wartawan bertanya kepada saya: bagaimana dengan mereka yang telah memusnahkan paspor dengan membakarnya? Kalau bertanya kepada saya saja sih, ya saya akan bilang: tidak,” kata Jokowi di akun Instagramnya, Kamis (6/2).

“Tapi tentu saja, ini masih akan dibahas dalam rapat terbatas. Saya hendak mendengarkan pandangan dari jajaran pemerintah, kementerian, dan lembaga lain terlebih dahulu sebelum memutuskan. Semuanya harus dihitung-hitung plus minusnya,” lanjutnya.
 
Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Muchlishon
BNI Mobile