Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

KH Ahmad Bagdja Wafat, PBNU Instruksikan Nahdliyin Shalat Ghaib

KH Ahmad Bagdja Wafat, PBNU Instruksikan Nahdliyin Shalat Ghaib
Ketum PBNU sesaat sebelum shalat jenazah KH Ahmad Bagdja di Masjid Annahdlah Gedung PBNU Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Kamis (6/2). (Foto: NU Online/Suwitno
Ketum PBNU sesaat sebelum shalat jenazah KH Ahmad Bagdja di Masjid Annahdlah Gedung PBNU Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Kamis (6/2). (Foto: NU Online/Suwitno
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan seluruh Nahdliyin, pengurus NU, lembaga, dan badan otonom untuk melaksanakan shalat ghaib, pembacaan yasin, dan tahlil untuk almarhum KH Ahmad Bagja.
 
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Keterangan Nomor 3895/C.I.34/02/2020 yang diterbitkan Kamis, 6 Februari 2020. Surat tersebut ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen HA Helmy Faishal Zaini. 
 
"Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan duka cita yang mendalam berkenaan dengan wafatnya KH Ahmad Bagdja, A'wan PBNU. Sehubungan dengan hal tersebut, PBNU dengan ini menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Cabang, Lembaga, Badan Otonom Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren di semua tingkatan untuk menyelenggarakan Shalat Ghoib, Pembacaan Yasin dan Tahlil  untuk Alamarhum," demikian keterangan surat instruksi itu.
 
Baca:
 
Sebagaimana diketahui, Kiai Bagja mengembuskan nafas terakhir di Jakarta Medical Center sekitar pukul 01.09 WIB, Kamis (6/2). Jenazah rencananya dimakamkan di Desa Sindang Laut, Lemah Abang Cirebon, Jawa Barat.
KH Ahmad Bagja lahir di Kuningan, Jawa Barat 1 Maret 1943. Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Umum PMII periode 1977-1981.
 
Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa IKIP Jakarta, Ketua Badan Koordinasi Senat-senat Mahasiswa IKIP se-Indonesia (1970), dan Sekjen PBNU pada periode kedua kepengurusan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1989-1994.   

Pewarta: Husni Sahal
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile