IPNU-IPPNU di Mojokerto Sapa Kalangan Muda Lewat Majelis Shalawat

IPNU-IPPNU di Mojokerto Sapa Kalangan Muda Lewat Majelis Shalawat
Prosesi peluncuran Majelis Shalawat Ngoro (MSN) di kantor MWCNU Ngoro, Mojokerto. (Foto: NU Online/Saiful Alfuat)
Prosesi peluncuran Majelis Shalawat Ngoro (MSN) di kantor MWCNU Ngoro, Mojokerto. (Foto: NU Online/Saiful Alfuat)
Mojokerto, NU Online
Tantangan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di masa depan bukan lagi soal tidak adanya kader. Lewat kaderisasi yang terus dilakukan, dapat dipastikan katersediaan kader akan terus berlimpah. Namun yang harus selalu dilakukan adalah mengenalkan amaliah dan tradisi dari Nahdlatul Ulama kepada kader dan jamaah.
 
Penegasan tersebut disampaikan Hanif Moh Bisyri saat mengisi kajian tentang Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja an-Nahdliyah serta seputar IPNU-IPPNU, Rabu (5/2). 
 
Dalam pandangan Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur tersebut, tantangan terkini adalah saat banyak santri ataupun pelajar NU yang sudah mulai tidak mengenal tradisi dan amaliah NU. . 
 
Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi menjadikan generasi muda cenderung memiliki sifat apatis, tidak adanya rasa empati dan toleransi di kalangan sesamanya. 
 
“Mereka lebih suka berselancar di media sosial daripada bersosial di dunia nyata,” ungkapnya. 
 
Sebagai upaya melestarikan budaya dan amaliah NU tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan.Ngoro, Kabupaten Mojokerto meluncurkan program MSN atau Majelis Shalawat Ngoro.
 
Kegiatan yang diadakan di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ngoro itu dikemas menarik, beda dengan majelis shalawat pada umumnya. Selain shalawatan, ada juga kajian tentang Aswaja dan wawasan IPNU-IPPNU. 
 
“Hal ini dilakukan agar selain bershalawat dan bersilaturahim, kegiatan ini pun akan menjadi sarana menimba ilmu dan wawasan sebagai kader intelektual di masa mendatang,” ungkap Hanif. 
 
Dalam paparannya, Hanif menjelaskan jika sekadar mencari kader, maka hampir setiap anak muda dan pelajar akan mampu untuk direkrut menjadi anggota IPNU-IPPNU.
 
“Namun dewasa ini IPNU-IPPNU tidak hanya cukup mengembangkan organisasi secara kuantitas atau jumlah, melainkan juga harus diimbangi dengan pengembangan kader secara kualitas,” urainya. 
 
Dirinya berharap setiap pemuda memiliki semangat dalam melestarikan amaliah NU, dan hal tersebut dapat menjamin bahwa NU akan selalu berkibar. 
 
“Apalagi kegiatan juga diisi dengan shalawat yang memang diharapkan kelak mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW,” tutup Hanif.
 
Kegiatan shalawat yang diikuti ratusan kader IPNU-IPPNU se-Kecamatan Ngoro ini didukung seluruh elemen NU di kawasan setempat, terutama Ketua MWCNU Ngoro H Suwandi Ahmad Marzuqi Nur yang juga hadir.
 
 
Kontributor: Syaiful Alfuat
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile