Geliat Pesantren Sabilunnajah di Kendal Hadapi Perkembangan Zaman

Geliat Pesantren Sabilunnajah di Kendal Hadapi Perkembangan Zaman
Kiai Mandzur Labib selaku Pengasuh Pesantren Sabilunnajah, Penjalin Brangsong, Kendal, Jawa Tengah, (Foto: NU Onl;ine/A Rifqi H)
Kiai Mandzur Labib selaku Pengasuh Pesantren Sabilunnajah, Penjalin Brangsong, Kendal, Jawa Tengah, (Foto: NU Onl;ine/A Rifqi H)
Kendal, NU Online 
Pendidikan pesantren memiliki karakteristik tersendiri. Pun demikian dengan pengembangan pesantren yang tidak dapat menghindar dari arus modernisasi. Berbagai strategi dilakukan para pengelola pesantren agar tetap eksis di era milenial.
 
"Saat ini, yayasan kami baru tahap perbaikan 2 ruang kelas madrasah tsanawiyah dan proses pembebasan lahan untuk tambahan asrama santri putri," kata Kiai Mandzur Labib seusai rapat persiapan akhirussanah di kediamannya, kompleks pondok putra Pesantren Sabilunnajah Penjalin Brangsong Kendal, Jawa Tengah, Jumat (7/2).
 
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sabilunnajah ini melanjutkan, selain menambah ruang kelas, madrasah juga perlu mempersiapkan laboratorium komputer dan perpustakaan yang standar. 
 
Menurutnya, Sabilunnajah termasuk pesantren kecil yang harus terus mengembangkan unit pendidikan. Oleh karena itu MTs Plus Sabilunnajah harus dipersiapkan dengan lebih baik lagi. 
 
"Setelah itu, kita rencanakan untuk membuka jejang setingkat SLTA,"  ungkapnya.
 
Gus Mandzur, sapaannya merasa bersyukur atas kekompakan warga dalam mendukung pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. Sehingga, pengembangan pesantren dapat berjalan sesuai harapan. 
 
"Lelang wakaf untuk pondok putri sudah berjalan, memang belum sepenuhnya dibebaskan, namun progresnya sudah kelihatan," terangnya. 
 
Kiai muda yang pernah menjabat sebagai Ketua Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah ini menilai perkembangan Pesantren Sabilunnajah memang mau tak mau harus tersentuh modernisasi.
 
"Zaman serba cepat ini memang membuat Sabilunnajah bekerja ekstra untuk membuka pendidikan formal, tak bisa hanya mengandalkan pola lama," tuturnya.
 
Meski demikian, sambungnya, kurikulum salaf tetap bertahan di pesantren. Bahkan, saat ini program tahfidhul Qur'an juga mulai digalakkan. Dengan demikian, akhirussanah di PP Sabilunnajah akan lebih meriah.
 
"Mudah-mudahan mulai tahun ini ada santri yang khatam 30 Juz bil ghaib," harapnya.
Rangkaian kegiatan haflah akhirussanah diungkapkan ketua panitia, Ustadz M Katsir akan berlangsung sebagaimana biasa. Yakni dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut dari pagi sampai malam. 
 
Disebutnya, Sabtu (4/4) dimeriahkan dengan pentas seni yang menampilkan para siswa KB, TK, dan MTs. Dilanjutkan dengan penampilan santri TPQ dan MDA. 
 
"Setelah itu baru khataman TPQ dan wisuda para santri TPQ, MDA, MDW, MSS," ujarnya.
 
Esok harinya, Ahad (5/4) lanjutnya, diadakan pawai taaruf atau karnaval, khatmil Qur'an 30 Juz bil ghaib, 30 juz bin nadhri dan juz 30 bil ghaib.
 
"Malam harinya pengajian umum dengan pembicara KH Mahrus Ali dari Jepara," pungkasnya. 
 
 
Kontributor: A Rifqi Hidayat
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile