Buku 'Menjerat Gus Dur' Momen Tegakkan Kebenaran Sejarah

Buku 'Menjerat Gus Dur'  Momen Tegakkan Kebenaran Sejarah
Bedah buku 'Menjerat Gus Dur di Al-Muayyad Solo (Foto: NU Online/Arin)
Bedah buku 'Menjerat Gus Dur di Al-Muayyad Solo (Foto: NU Online/Arin)
Solo, NU Online
Penulis buku 'Menjerat Gus Dur' Virdika Rizky Utama mengatakan, adanya buku tentang Gus Dur sebagai bentuk upaya saya agar para pemuda memiliki keberanian untuk mengungkap sejarah dengan sudut pandangnya sendiri.
 
"Tentunya dengan kode etik dan prosedur yang benar, supaya kebenaran sejarah yang telah terungkap ini bisa menjadi sumbangan besar di dunia pendidikan terkhusus dalam Kurikulum pondok-pondok pesantren," ujarnya.

Hal itu disampaikan dalam acara bedah buku masterpiece miliknya 'Menjerat Gus Dur' di Pendopo Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan Surakarta pada Jumat (07/02) sore.
 
Di acara bedah buku yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Haul Gus Dur yang ke-10 tersebut, Virdika juga turut menyampaikan harapannya supaya kebenaran sejarah tentang Dus Dur terungkap dengan jelas.
 
"Harapannya, saya yang juga memiliki latar belakang dunia pendidikan ingin sejarah pelengseran Gus Dur ini mendapat tempat yang baik, mendapat alternatif dan penjelasan yang lebih lengkap. Meskipun akan sulit masuk ke dalam kurikulum nasional, setidaknya bisa masuk ke dalam kurikulum-kurikulum pesantren," tuturnya.
 
Menurutnya, dalam 19 tahun dirinya mendengar Gus Dur dalam konteks pemerintahan ini difitnah padahal diyakini bersama pasti bukan difitnah namun warga NU khususnya tidak bisa membantah karena tidak memiliki argumen yang kuat.
 
Harapan Virdika dalam kegiatan yang mengusung tema Njejegake Soko Guru Nusantara tersebut didukung Ngatawi Al-Zastrow moderator acara dalam menanggapi sebuah karya yang sangat digandrungi khususnya bagi para Nahdliyin dan pecinta Gus Dur tersebut.
 
"Mari kita ajarkan di pesantren dan pendidikan tentang kebenaran NU karena hal tersebut takkan pernah dilakukan oleh orang lain. Kita olah sendiri saja, kita ramaikan sendiri saja untuk anak cucu kita supaya tidak buta terhadap sejarah," ungkapnya.
 
Kegiatan mengulas buku kontroversual terbitan NU Media nan laris manis dipasaran tersebut juga dihadiri oleh Wahyu Muryadi seorang Biro Protokol Kepresidenan era Presiden Abdurrahman Wahid dan Ketua PCINU Tiongkok KH Imron Rosyadi Hamid.  
 
Kegiatan ini juga sukes menghadirkan para peserta dari berbagai kalangan, baik muda maupun tua. Para santri dan santriwati juga ikut menyemarakkan hajat tersebut dan sekaligus menyimak pelajaran penting tentang sejarah.  
 
Ketua panitia kegiatan Ajie Najmuddin mengatakan, rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati satu dekade Haul Gus Dur ini dilanjutkan dengan acara malam puncak di Pendhapa Gedhe Balaikota Surakarta pada malam harinya.
 
"Rangkaian acara memperingati Haul Gus Dur ke-10 ini ditutup dengan acara malam puncak yang diisi mauidhoh hasanah oleh KH Nasihin Hasan, sosok sahabat Gus Dur dan dihadiri salah satu putri Gus Dur Anita Asvini Wahid serta dihadiri juga dua pemateri acara bedah buku yakni KH Masduki Baidlowi dan Wahyu Muryadi. Acara ngaji juga akan dimeriahkan oleh seniman komedi jawa, Kirun dan Hadrah Ayyada," pungkasnya.
 
Kontributor: Arindya
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile