Baru 9 Bulan Berjalan, BMTNU Pringsewu Bukukan Aset 1,1 Miliar Lebih

Ruang operasi BMTNU Pringsewu, Lampung. (Foto:NU Online/Faizin)
Ruang operasi BMTNU Pringsewu, Lampung. (Foto:NU Online/Faizin)
Ruang operasi BMTNU Pringsewu, Lampung. (Foto:NU Online/Faizin)
Pringsewu, NU Online
Kemandirian ekonomi dalam tubuh Jamiyyah dan Jamaah Nahdlatul Ulama menjadi hal yang penting untuk terus diupayakan dan diwujudkan di tengah era modern saat ini. Kemandirian ini bisa diwujudkan jamiyyah NU dengan memaksimalkan potensi jamaah melalui berbagai macam program nyata, terstruktur, dan terukur.
 
Di antaranya adalah dengan membuat program kegiatan atau lembaga perekonomian di semua level kepengurusan seperti koperasi atau Baitul Mal wa Tamwil (BMT). Adanya lembaga-lembaga usaha dan ekonomi NU ini akan membantu perekonomian warga yang selanjutnya bisa memunculkan sikap kemandirian warga dan organisasi NU.
 
Hal ini diungkapkan Ketua BMTNU Pringsewu, Lampung H Munawir terkait kemandirian jamaah yang saat ini sedang disyiarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menghadapi Muktamar Ke-34 NU di Lampung pada Oktober 2020 mendatang.
 
Kemandirian ekonomi ini sudah direspons oleh PCNU Pringsewu dengan mendirikan BMTNU satu tahun lalu bertepatan dengan Harlah ke-93 NU tahun 2020. Keberadaan BMTNU yang mulai beroperasi sejak 7 April 2019 ini sangat membantu dalam memaksimalkan potensi ekonomi warga NU di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis tersebut.
 
"Alhamdulillah BMTNU Pringsewu sudah beroperasi lebih kurang 9 bulan dan mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Berbagai layanan anggota sudah dapat dimaksimalkan dan terus melakukan pengembangan program," katanya, Ahad (9/2) di sela-sela rapat koordinasi pendiri menghadapi Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2019.
 
Munawir menambahkan, maksimalisasi potensi ekonomi warga NU terus digali di samping memaksimalkan peran pengurus NU, badan otonom, dan lembaga NU untuk berperan dalam membesarkan BMT yang saat ini aset dananya sudah mencapai 1,1 miliar lebih.
 
"Saat ini kita terus menjalin koordinasi dan komunikasi dengan Muslimat NU, Lembaga Ma'arif, LAZISNU, dan pengurus-pengurus NU di semua tingkatan untuk terlibat membesarkan BMTNU," ujarnya.
 
Inovasi layanan BMTNU Pringsewu
untuk memberi layanan prima kepada para anggota, BMTNU Pringsewu telah meluncurkan layanan transaksi digital berbasis android. Sistem ini mempermudah nasabah melakukan transaksi keuangan dan melakukan berbagai macam jenis pembayaran. 
 
Manajer BMTNU Pringsewu M Kabul Muliarto menjelaskan, dalam sistem ini para anggota yang sudah memiliki rekening dan memasang aplikasi BMT Mobile di androidnya bisa melakukan pendaftaran untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada. 
 
"Nasabah bisa cek saldo tabungan, membayar tagihan listrik, PAM, beli pulsa, transfer dan berbagai keperluan lainnya," jelas Kabul, tentang fasilitas aplikasi BMTNU Pringsewu yang bisa diunduh di Playstore ini.
 
Inovasi dan transformasi digital, lanjut Kabul, menjadi sebuah keniscayaan di era modern saat ini. Langkah ini merupakan jawaban BMTNU Pringsewu dalam menyikapinya. Fitur-fitur yang ada juga akan terus diperbaharui menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan zaman. 
 
Dengan sistem digital ini akan lebih memberikan efisiensi pelayanan dan perluasan jangkauan tanpa terikat jarak dan waktu. Ini mampu menjadi pasar potensial untuk meningkatkan penambahan nasabah baru. Aspek kemanan juga menjadi perhatian dan bagian penting dari sistem digital ini. Sistem digitalisasi layanan tetap mengedepankan keamanan finansial setiap nasabah. 
 
"Alhamdulillah BMTNU Pringsewu terus berkembang pesat. Aset terus berkembang. Dukungan KBNU dan berbagai pihak terus mengalir. Kita terus berbenah," tegasnya.
 
Saat ini operasional BMT dipusatkan di Kantor Cabang BMTNU Pringsewu di Jl Sudirman Pringsewu Selatan. Informasi lebih detail terkait BMT NU Pringsewu bisa menghubungi hotline: 085269607010 
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile