Guru Ma’arif NU di Sidoarjo Dibekali Pembelajaran Terbaru

Guru Ma’arif NU di Sidoarjo Dibekali Pembelajaran Terbaru
Workshop pembelajaran abad 21 digelar LP Ma'arif NU di kawasan Sidoarjo. (Foto: NU Online/Yuli R)
Workshop pembelajaran abad 21 digelar LP Ma'arif NU di kawasan Sidoarjo. (Foto: NU Online/Yuli R)
Sidoarjo, NU Online
Setiap lembaga pendidikan dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan tantangan zaman. Baik dalam hal penyediaan sarana dan prasarana, maupun fasilitas lain agar peserta didik mampu berkhidmah di masa mendatang.
 
Karenanya, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Taman, Sidoarjo, Jawa Timur bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo mengadakan workshop pembelajaran abad 21. Kegiatan juga berisi penyusunan soal Lower Order Thinking Skills (Lots), Midle Order Thinking Skils (Most) dan Higher Order Thingking Skills (Hots) guna meningkatkan kompetensi guru.
 
Workshop tersebut dilaksanakan selama dua hari  sejak Sabtu hingga Ahad (8-9/2) di MI Miftahul Huda Jemundo, Kecamatan Taman. Kegiatan diikuti ratusan guru utusan dari MI dan Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga 6 yang berada di bawah naungan LP Ma’arif MWCNU Taman dengan nara sumber Moh Miftah Sirojuddin, Widyaiswara Ahli Madya Balai Diklat Surabaya.
 
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo, Abdul Rahman saat memberikan sambutan menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi guru di era masyarakat 5.0 dan revolusi industri 4.0.
 
“Era masyarakat 5.0 atau society 5.0 merupakan era baru dalam kehidupan bermasyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi,” katanya, Ahad (8/2). 
 
Konsep ini lahir sebagai pengembangan lebih jauh dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia. Maka, guru harus bisa mengambil peran dengan meningkatkan kompetensinya.
 
“Bila tidak, maka guru akan menjadi orang asing di depan murid-muridnya,” kata Abdul Rohman.
 
Adapun materi yang disampaikan di antaranya penjelasan revisi KMA 183 dan 184 tahun, pembelajaran abad 21, praktik penyusunan RPP, penilaian hasil pembelajaran berdasarkan SK Dirjen Pendis no. 5161/2018, kaidah penulisan soal standar, serta penyusunan soal (Lots, Mots, Hots).
 
Selama dua hari, peserta mengikuti workshop dengan antusias, karena materi disampaikan secara santai, aplikatif dan penuh guyonan segar sehingga membuat peserta betah. Banyak guru menginginkan agar workshop seperti ini sering diadakan dengan materi lain.
 
”Enak sekali penyampaian materinya, meskipun berat tapi disampaikan secara mudah sehingga rata-rata guru sangat memahami apa yang seharusnya dikuasai,” kata Lilik Suwaibah dari MI Tarbiyatul Akhlaq.
 
Abd Gofur selaku Ketua LP Ma’arif MWCNU Taman saat penutupan mengajak semua peserta untuk membuat rencana tindak lanjut usai workshop.
 
“Kegiatan ini harus ada tindak lanjutnya berupa KKG baik secara mandiri maupun setiap kelas agar dapat dikembangkan secara nyata dalam pembelajaran di madrasah. Sehingga bisa mencapai kompetensi yang diharapkan,” ajaknya.
 
Ketua pelaksana workshop M Agus Bukhori Muslim saat dikonfirmasi NU Online mengemukakan tujuan workshop guna meningkatkan kompetensi guru.
 
“Kami berharap kedepan, guru dapat menyusun perangkat mengajar yang efektif, efisien, dan berkualitas hanya terdiri dari 3 komponen dalam satu halaman serta dapat menyusun soal Lots, Most, dan Hots,” harapnya. 
 
Sebelum materi workshop, Pengurus Unit Pengelola Zakat, Infak, Shadaqah (UPZIS) Lembaga Amil Zakat, Infak, Shadaqah NU (LAZISNU) MWCNU Taman menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada pengurus LP Ma’arif MWCNU Taman untuk selanjutnya disalurkan kepada siswa dhuafa. Kegiatan dilanjutkan penyerahan sejumlah dana sebagai kontribusi UPZIS LAZISNU MWCNU Taman untuk workshop ini.
 
 
Kontributor: Yuli Riyanto
Editor: Ibnu Nawawi
 
 
BNI Mobile