IMG-LOGO
Daerah

Semarak Perayaan Harlah NU di Teluk Bintuni Papua Barat

Selasa 11 Februari 2020 08:30 WIB
Semarak Perayaan Harlah NU di Teluk Bintuni Papua Barat
Warga Teluk Bintuni, Papua Barat dan beberapa badan otonom NU memperingati hari lahir ke-94 NU. (Foto: Istimewa)
Teluk Bintuni, NU Online 
Ratusan masyarakat Teluk Bintuni dan santri Madrasah Diniyah Thoriqul Huda, Kampung Banjar Ausoy, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat mengadakan doa dan shalawat bersama dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) ke-94 NU.
 
Acara tersebut dibarengkan dengan Haflah khataman kitab Aqidatul Awam ke-1 santri Thoriqotul Huda. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Madrasah Diniyah.
 
Pengasuh Madin Thoriqotul Huda Ustaz Hasan Jazuli mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperdalam keilmuan agama kepada masyarakat Bintuni.
 
Terkhusus kepada masyarakat dan para santri di kampung Banjar Ausoy mengenai peran NU dan santri dalam sejarah berdirinya bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
“Masyarakat harus tahu bahwa peran kaum santri terkhusus NU sangat penting dalam pembangunan negara dan daerah terutama dalam bidang keagamaan,” katanya, Senin (10/2).
 
Alumni Universitas KH A Wahab Hasbullah Tambakberas ini menyebutkan kehidupan masyarakat Teluk Bintuni sangat damai. Mereka mendukung kegiatan keagaman seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Madrasah Diniyah. 
 
"Kegiatan ini tak lepas dari dukungan masyarakat sekitar dan seluruh banom- banom NU yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni. Acara ini digelar dengan konsep sederhana namun hasilnya sangat meriah, sehingga kami selaku panitia dan pengurus merasa terharu dan bangga," ujar Hasan.
 
Sementara itu, Kiai M Ashori yang memberikan ceramah agama di hadapan jamaah menceritakan bahwa kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terlepas dari peran NU beserta badan otonomnya.
 
"Sehingga tidak ada istilah para santri tidak cinta NU dan NKRI," tegasnya.
 
Ia menjelaskan, cara mencintai Indonesia bagi santri yaitu dengan terus belajar agar bisa menggantikan generasi tua. Sementara itu para tetua mencintai Indonesia dengan cara terus berkarya dan menjaga kerukunan di masyarakat.
 
"Harapan saya, kepada para santri yang sudah haflah, semoga dengan hafalannya bisa menjadi anak-anak yang saleh dan saleha. Jangan terlalu mudah membid'ahkan," tandas Dosen STAI Sorong ini.
 
Acara ini dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai instansi pemerintah dan pejabat utama PCNU Teluk Bintuni. Pengisi hiburan acara diisi oleh grup Rebana Majelis Dzikir Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Teluk Bintuni.
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Syamsul Arifin
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG