PMII Jember Wacanakan Pemilihan Ketua Cabang Tanpa Suara Rayon

PMII Jember Wacanakan Pemilihan Ketua Cabang Tanpa Suara Rayon
Ketua PC PMII Jember, Baijuri. (Foto: NU Online/Aryudi AR) 
Ketua PC PMII Jember, Baijuri. (Foto: NU Online/Aryudi AR) 
Jember, NU Online 
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi organisasi ekstra kampus yang semakin seksi. Banyaknya tokoh berlatar belakang PMII yang menjadi sosok penting di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Bahkan tidak sedikit yang berkarir di luar negeri, yang ini memberikan bukti keseksian organisasi sayap Nahdlatul Ulama tersebut. 
 
Di internal PMII, sistem demokrasi untuk menghasilkan pemimpin yang andal terus digagas. Salah satunya muncul dari Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Jember, Jawa Timur, Baijuri. 
 
Dalam rapat konsolidasi pertama kali setelah pelantikan PC PMII Jember, Baijuri melemparkan gagasan tentang pemilihan ketua cabang yang tidak perlu lagi melibatkan rayon. Namun cukup melibatkan pengurus komisariat sebagai pemilik suara di forum Konferensi Cabang (Konfercab). 
 
“Alasannya, rayon ibarat kawah candradimuka bagi kader PMII. Biarlah rayon fokus melakukan kaderisasi.  Kita tidak bisa menafikkan bahwa kesuksesan PMII dalam mencetak tokoh-tokoh nasional, bermula dari sistem kaderisasi di tingkat rayon,” ujarnya dalam rapat yang digelar di kantor Sekretariat PC PMII Jember itu, Senin (10/2).
 
Selain itu, Baijuri menyodorkan alasan lain, yaitu untuk menjaga marwah pengurus komisariat. Selama ini, katanya, keberadaan komisariat di kampus-kampus besar tidak menjadi superior, dalam artian menjadi ibu dari lembaga di bawahnya. Sampai-sampai posisi komisariat seolah-olah selevel dengan rayon. 
 
“Bagi saya marwah kelembagaan komisariat harus dikembalikan lagi sesuai dengan fungsinya. Kalau boleh saya katakan bahwa komisariat harus menjadi ibu dari rayon-rayon yang ada,” jelasnya.
 
Selain gagasan itu, Baijuri juga mewacanakan bahwa pemilihan Ketua Korp PMII Putri atau Kopri di level cabang, dilaksanakan lewat pemilihan, bukan lagi ditentukan oleh tim formatur. Hal ini penting mengingat proses regenerasi di tubuh Kopri harus dilakukan secara mandiri. Lebih dari itu, kader-kader sudah rindu akan nuansa demokrasi dalam pemilihan Ketua Kopri Cabang.
 
“Saya tidak ingin terlalu masuk ke internal Kopri, cuma hal tersebut tolong didiskusikan dan disusun secara matang untuk dimunculkan dalam Rekomendasi Muspinda atau Musyawarah Pimpinan Daerah,” pungkasnya.
 
Menurut salah seorang Pengurus Cabang PMII Jember, Fendi, dua gagasan tersebut akan dibawa ke Muspimda PMII yang akan berlangsung di Kabupaten Lumajang, akhir Februari ini.
 
 
Pewarta: Aryudi AR 
Editor: Ibnu Nawawi

 
BNI Mobile