Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Bersama Kiai Sepuh, Anak Muda NU Aceh Perkuat Aswaja 

Bersama Kiai Sepuh, Anak Muda NU Aceh Perkuat Aswaja 
Kajian rutin agama Islam digelar di PWNU Aceh dengan jamaah anak muda. (Foto: NU Online/panitia)
Kajian rutin agama Islam digelar di PWNU Aceh dengan jamaah anak muda. (Foto: NU Online/panitia)
Aceh Besar, NU Online
Anak muda hendaknya terus menambah pengetahuan agama dan berbaur dengan kiai sepuh. Hal tersebut penting agar mereka terus terbimbing  dalam pemahaman dan praktik agama sesuai tuntunan Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja an-Nahdliyah.
 
Ikhtiar itu juga dilakukan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh yang menggelar pengajian dengan menghadirkan sejumlah kiai sepuh sebagai narasumber. 
 
“Kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menambah wawasan Aswaja,” kata Tgk Asnawi, Senin (10/2).
 
Sekretaris PWNU Aceh tersebut mengemukakan bahwa pengajian rutin diisi oleh kiai sepuh dan diikuti oleh generasi muda NU Aceh. 
 
“Pengajian umum yang dilaksanakan setiap awal bulan itu berlangsung di Kantor PWNU Aceh di Desa Bayu, Aceh Besar,” ungkapnya. 
 
Dan dirinya bersyukur, pengajian terlaksakan dengan baik.
 
“Semoga kita senantiasa istikamah dalam mengikuti kajian-kajian keislaman bersama ulama,” harapnya.
 
Pengajian kali ini diisi langsung Rais PWNU Aceh, Ayahanda Waled Nuruzzahri Yahya atau lebih akrab disapa Waled Nu. 
 
Pada kesempatan tersebut, Waled sangat menekankan kepada warga NU atau Nahdlyin untuk menamam dengan baik paham Aswaja yang selama ini diamalkan, baik akidah, amaliah atau fiqih dan tasawuf. 
 
Di sisi lain, Tgk Faisal Al-Athsyi, salah satu peserta pengajian yang juga generasi muda NU Aceh mengatakan bahwa keberadaan pengajian seperti ini sangat diperlukan. 
 
Menurutnya, anak muda harus selalu dibimbing dan diarahkan oleh kalangan yang memang memiliki otoritas keilmuan dan perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk dari guru yang memiliki mata rangkai keilmuan atau sanad yang dibenarkan.
 
“Apalagi di tengah maraknya dai, ustadz, muballigh dan teungku atau kiai yang sanad keilmuannya tidak jelas. Atau artis yang baru taubat tiba-tiba menyalahkan ilmu atau amaliah ulama pesantren yang sudah puluhan tahun di pesantren atau dayah. Maka perlu, generasi muda ini menimba ilmu dari para kiai sepuh,” ungkapnya.
 
Pengajian lanjutan akan dilaksanakan awal bulan depan. Sementara waktu dan tanggal akan ditetapkan kemudian.
 
 
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile