Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Raker Ibu Nyai Santri untuk Gagas Program yang Aplikatif

Raker Ibu Nyai Santri untuk Gagas Program yang Aplikatif
Para ibu nyai Kota Semarang gelar raker untuk pemerdayaan santri (Foto: NU Online/Mukhammad Zulfa)
Para ibu nyai Kota Semarang gelar raker untuk pemerdayaan santri (Foto: NU Online/Mukhammad Zulfa)
Semarang, NU Online
Ketua Umum Jam'iyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighoh (JP3M) Kota Semarang Hj Aminah Hadlor Ihsan menegaskan, Rapat Kerja (Raker) untuk merumuskan rencana program dan kegiatan yang akan dikerjakan selama 1 tahun ke depan yang aplikatif sesuai kebutuhan santri.
 
"Harapan dari awal pembentukan kepengurusan, hingga raker untuk membuat program – program yang bisa memberdayakan dan mempersatukan  para santri di seluruh pesantren di Kota Semarang," tegasnya.
 
Disampaikan, Raker yang berlangsung Ahad (9/2) di Gedung O Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo Semarang untuk mengetahui dan mengevaluasi berbagai kekurangan dan kelebihan pesantren di Kota Semarang. 
 
"Manfaat dan nilai lebih dari masing-masing pengasuh pesantren dan sekaligus dapat saling bertukar pikiran," tukasnya.
 
Menurutnya, pesantren putri harus terus bergerak mengikuti zaman dengan tidak meninggalkan ajaran ahlussunnah wal jamaah. Masing-masing memiliki potensi dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing.
 
"Berawal dari potensi yang baik akan menghasilkan suatau yang baik. Masing–masing pesantren mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing. maka, dalam kesempatan ini kita bersama–sama saling tukar pikiran untuk kemajuan kita bersama," tambah Pengasuh Pesantren Al–Ishlah Mangkang.
 
Sekretaris Umum JP3M Kota Semarang, Hj Arikhah Taufiq kepada NU Online, Senin (10/2) menjelaskan, santri-santri sebelum menjadi alumni tak cukup dengan hard skill. Namun, perlu dibekali keterampilan (soft skill) dan kecakapan hidup (life sklill) yang bisa diterapkan ketika kembali ke masing-masing kampung halaman. 
 
"Ragam santri di Kota Semarang juga bervariasi mulai santri usia wajib sekolah hingga mahasiswa, tentu keterampilan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing," paparnya. 
 
Disampaikan, Pengurus JP3M Kota Semarang telah dilantik pada 29 Agustus 2019 di Wisma Perdamaian Kota Semarang. Suasana mulai awal pembukaan rapat kerja hingga akhir acara berjalan dengan sukses dan lancar. 
 
"Semua peserta yang hadir sangat antusias menyampaikan gagasan, ide, dan inovasinya. Dalam raker kali ini dibagi menjadi tiga komisi yang di dalamnya terdapat 9 bidang. Setidaknya program ini diimplementasikan di pesantren 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang," pungkasnya.
 
Kontributor: Mukhamad Zulfa
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile