Mukerwilsus NU Lampung Konsolidasi Penggalangan Koin Muktamar

Mukerwilsus NU Lampung Konsolidasi Penggalangan Koin Muktamar
Suasana Muskerwilsus yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung m di Meeting Hall Hotel, Bandar Lampung, Jumat (14/2). (Foto: LAZISNU)
Suasana Muskerwilsus yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung m di Meeting Hall Hotel, Bandar Lampung, Jumat (14/2). (Foto: LAZISNU)
Bandar Lampung, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung melakukan Musyawarah Kerja Wilayah Khusus (Mukerwilsus) di Meeting Hall Hotel, Bandar Lampung, Jumat (14/2). Pada kesempatan itu seluruh pengurus NU menargetkan penghimpunan Koin Muktamar di Lampung terkumpul sebanyak-banyaknya. 
 
"Insyallah kami menargetkan sebanyak-banyaknya tadi PCNU Lampung Utara saja target Rp500 juta untuk Koin Muktamar, dan saat ini NU Care-LAZISNU sudah banyak bergerak," kata Ketua PWNU Lampung  H Mohamad Mukri. 
 
Dia menuturkan, selain untuk membicarakan terkait Koin Muktamar, Muskerwilsus juga dalam rangka mematangkan agenda Muktamar NU ke-34. Pada kesempatan tersebut, lanjutnya, PWNU menghadirkan seluruh pengurus harian, pengurus Lembaga dan pengurus Banom seluruh PCNU hingga PWNU Lampung.
 
Ia menjelaskan, PWNU Lampung berkomitmen untuk menuskseskan hajat lima tahunan Nahdliyin. Hal itu dibuktikannya dengan banyak melakukan konsolidasi dari mulai Pengurus Ranting sampai dengan Pengurus Wilayah. 
 
"Insyallah kami siap sukseskan Muktamar, kami juga siap terus menggalang Koin Muktamar," tuturnya. 
 
Sampai saat ini, lanjutnya, penggalangan terus dimassifkan oleh NU Care-LAZISNU Lampung. Dia optimis seluruh penghimpunan dan penggalangan Koin Muktamar bisa berjalan maksimal. 
 
Seperti diketahui, Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang akan digelar pada Oktober 2020 di Lampung mengambil tema soal kemandirian NU. Salah satu wujud dari kemandirian tersebut adalah program Koin Muktamar, yaitu iuran dari warga NU untuk mendanai pelaksanaan muktamar yang akan dihadiri oleh seluruh pengurus NU dari tingkat pusat sampai cabang dan diramaikan oleh warga NU dengan menggelar aneka acara. 
 
Kampanye soal program ini sudah mulai disosialisasikan di berbagai tingkatan atau dalam kegiatan-kegiatan NU. Kemandirian ini harus digerakkan kembali mengingat sejak awal berdirinya di tahun 1926, NU memulai aktivitasnya secara mandiri.
 
Aset-aset organisasi yang tersebar di seluruh Indonesia dalam bentuk kantor, sekolah, layanan kesehatan, dan lainnya merupakan sumbangan dari masyarakat yang ingin mewakafkan hartanya agar dikelola NU demi kemaslahatan umat. 
 
Seiring dengan perubahan situasi, NU membutuhkan eksperimen yang cukup panjang dalam penggalangan dan pengelolaan dana sampai akhirnya ditemukan pola yang pas dengan kondisi warga NU, yaitu dalam konsep kotak infak (Koin) yang dikelola oleh LAZISNU di tiap daerah. Gerakan yang terlihat kecil dan sederhana, tetapi ternyata berhasil menggalang dana hingga dua ratus miliar dalam satu tahun. Inovasi penggalangan dana ini diinisiasi oleh PCNU Sragen pada 2015 yang kemudian berkembang ke daerah-daerah lainnya.
 
Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile