Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Prof A'la: Merawat NU, Menguatkan Keutuhan NKRI

Prof A'la: Merawat NU, Menguatkan Keutuhan NKRI
Suasana konferensi MWCNU Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur (Foto: NU Online/Hairul Anam)
Suasana konferensi MWCNU Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur (Foto: NU Online/Hairul Anam)

Sumenep, NU Online

Jagalah persatuan di negeri ini sekalipun terdapat banyak perbedaan. Kuatkan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan merawat Nahdlatul Ulama (NU).

 

Demikian ditegaskan Pengasuh Pesantren Annuqayah, Prof KH A'la Basyir saat menyampaikan orasi ke-NU-an dalam Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Guluk-Guluk, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Ahad (16/2).

 

Dalam acara yang berlokasi di halaman kantor MWCNU Guluk-Guluk itu, Kiai A'la berpesan agar Nahdliyin tidak nudah terprovokasi oleh kelompok yang kerap memakai baju agama untuk memecah belah kehidupan berbangsa dan beragama.

 

”Negara Indonesia sebagai tempat NU dilahirkan harus kita jaga keutuhannya secara bersama-sama. Tanpa NU, kemungkinan besar keutuhan bangsa Indonesia akan hancur berantakan," tegas Prof A'la.

 

Dalam kesempatan itu, Prof A'la membahas tema Menguatkan Struktur, Meneguhkan Jati Diri dan Membumikan Tradisi. Berkaitan dengan tema, Prof A'la optimistis tradisi positif di Nusantara ini akan tetap lestari bila NU tetap jaya.

 

"Sekali lagi, mari kita rawat NU guna meneguhkan keutuhan NKRI," tukasnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Kiai Md. Widadi Rohim bersyukur karena konferensi berjalan lancar dan sukses. Lebih dari itu, kebersamaan dan kekeluargaan betul-betul tercuatkan dengan sebaik mungkin.

 

"Konferensi dengan mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan dan persatuan adalah spirit yang dibangun untuk membawa NU ke depan semakin baik dan berkembang. Itu menjadi jantung kekuatan saat tatanan struktural mapan, hingga NU terus mengalami kemajuan," tegasnya.

 

Diterangkannya, tradisi ke-NU-an sebagai sebuah gerakan keagamaan penting untuk dilestarikan. Dalam hal konferensi, yang lebih diutamakan adalah menjalin hubungan kekeluargaan, jangan pernah luntur hanya karena beda pilihan.

 

“Mari sama-sama melanjutkan serta meneladani apa yang telah dilakukan oleh pendiri NU untuk bangsa, agama, dan negara," ujarnya.

 

Konferensi tersebut akhirnya mengantarkan Kiai Ainul Yaqin sebagai Rais Syuriah dan Kiai Md. Widadi Rohim sebagai Ketua Tanfidziah MWCNU Guluk-Guluk masa khidmah 2020-2025.

 

Kontributor: Hairul Anam

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile