Pengobatan Gratis LKNU, Wali Kota: Pemkot Sangat Terbantu 

Pengobatan Gratis LKNU, Wali Kota: Pemkot Sangat Terbantu 
Wali Kota Pekalongan, Jateng HM Saelany Machfudz di acara Pengobatan Gratis LKNU (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Wali Kota Pekalongan, Jateng HM Saelany Machfudz di acara Pengobatan Gratis LKNU (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Pekalongan, NU Online
Wali Kota Pekalongan Jawa Tengah HM Saelany Machfudz mengatakan, pengobatan gratis yang digelar Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PC LKNU) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Rabithah Alawiyah sangat membantu Pemerintah Kota Pekalongan.

"Kegiatan seperti ini sangat membantu Pemerintah Pekalongan dalam upaya menyehatkan masyarakat. Apalagi di kegiatan ini tidak hanya pengobatan secara medis saja. Akan tetapi, juga ada non medis seperti bekam dan ruqyah aswaja," ujarnya.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan pengobatan gratis yang dihelat Pengurus Ranting NU Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, di Mushala Alf Arslan Junaid, Ahad (16/2).

Dikatakan, upaya pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk membantu menyehatkan masyarakat telah dilakukan melalui berbagai cara, yakni menambah jam perasional Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) hingga jam 21.00 wib.

"Ini tidak lain agar kebutuhan masyarakat bisa dilayani secara maksimal," tegas Wali Kota.

Mengingat besarnya manfaat pengobatan gratis, Saelany berharap LKNU dan Dinas Kesehatan serta Rabithah Alawiyah terus gencarkan mengadakan kegiatan pengobatan ke kelurahan-kelurahan, terutama di kawasan kelurahan yang sering dilanda banjir.

"Meskipun di Kota Pekalongan cukup banyak Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu hingga klinik medis, ternyata pengobatan gratis masih banyak diminati warga," ungkapnya.

Ketua PC LKNU Kota Pekalongan Agus Rofiqi kepada NU Online mengatakan, kegiatan pengobatan gratis kali ini merupakan kegiatan yang ke-16 yang telah dihelat PC LKNU bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Rabithah Alawiyah.

"Bahkan bulan ini ada dua kegiatan karena ada permintaan dari Ranting NU," jelasnya.

Dikatakan, tingginya minat masyarakat terharap kegiatan bakti sosial pengobatan gratis karena selain ada penanganan pasien secara medis, juga disediakan pengobatan non medis dalam hal ini bekam dan ruqyah aswaja.

"Ini yang membedakan layanan pengobatan yang disediakan oleh pemerintah dengan LKNU. Sehingga sangat wajar jika setiap kegiatan pengobatan gratis digelar rata-rata yang mengikuti di atas 200 peserta," ungkapnya.

Pihaknya bersama tim kesehatan akan terus melakukan bakti sosial kepada 47 Ranting NU di Kota Pekalongan dan pihak Dinas Kesehatan maupun Rabithah Alawiyah siap mengawal kegiatan sosial ini.

Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori
 
BNI Mobile