Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ketika Kades Dilantik Jadi Pengurus NU

Ketika Kades Dilantik Jadi Pengurus NU
Para pengurus PRNU Jarin dilantik langsung oleh Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim. (Foto: NU Online/Hairul Anam)
Para pengurus PRNU Jarin dilantik langsung oleh Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim. (Foto: NU Online/Hairul Anam)

Pamekasan, NU Online

Para pemuda desa diimbau untuk bergabung dalam Nahdlatul Ulama (NU). Terutama mereka yang aktif bergerak di organisasi desa Karang Taruna.

 

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Desa (Kades) Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, H. Moh. Zuhri, usai dilantik bersama kepengurusan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) desa setempat, Senin (17/2) malam.

 

Bertempat di kediaman KH Kamiluddin, Dusun Partelon, Desa Jarin, pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim. Bahkan, Kiai Taufik yang melantik sendiri para Pengurus Ranting (PRNU) Jarin.

 

"Saya merasa bersyukur dan bersyukur bisa menjadi bagian dari NU. Rasa syukur tersebut makin sempurna seiring rasa bangga pemuda-pemuda Karang Taruna Pelita Madura di desa saya bergabung bersama kepengurusan PRNU Jarin,” ujar H Zuhri, sapaan akrabnya.

 

Menurut H Zuhri, sudah saatnya para kades dan perangkat desa melebur ke dalam NU. Yakni, dengan menjadi pengurus dan aktif bergerak memberdayakan dan mencerahkan umat.

 

"Saya semangat bergabung jadi pengurus NU, karena ber-NU itu tidak cukup dengan menjalankan amaliah An-Nahdliyah. Tak cukup ber-NU secara kultural, tapi juga mesti struktural," paparnya.

 

Dengan aktif di struktural sebagai pengurus, maka di samping bisa menjalankan amalan An-Nahdliyah, fikrah dan harakah An-Nahdliyah juga bisa lestari.

 

"Yang menjalankan amalan An-Nahdliyah seperti Tahlilan, Barzanjiyan, Yasinan, dan sejenisnya tidak hanya NU. Dengan menjadi pengurus NU, maka kita sudah ber-NU secara kaffah secara amaliah, fikrah, dan harakah atau gerakan," tegasnya.

 

Kepada para pengurus Karang Taruna yang hadir, H Zuhri berpesan agar mereka mengajak para pemuda lainnya di desa tersebut supaya ikut aktif dalam kepengurusan organisasi yang ia pimpin. Ia berjanji akan melibatkan para pemuda yang aktif di NU dalam beberapa program di desanya.

 

“Nanti ada ‘hadiah’ asal aktif di ranting NU. Ada program budidaya ikan lele supaya dikelola oleh pemuda Desa Jarin. Jadi, 2020 sudah menganggarkan terkait dengan pemberdayaan pemuda. Ada budidaya ikan lele itu khusus untuk mengangkat generasi muda di Desa Jarin,” jelasnya penuh semangat.

 

Dalam kesempatan yang sama, KH Taufik Hasyim meminta kepada kepengurusan PRNU Desa Jarin yang baru dilantik agar mengaktifkan kepengurusan Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di bawah koordinasinya.

 

Selain dihadiri Nahdliyin setempat, turut hadir dalam kesempatan itu Kiai Mahrus Shofi (Rais Syuriah MWCNU Pademawu), Karang Taruna Pelita Madura, serta perangkat desa. Mereka berbaur penuh keharmonisan.

 

"Semoga kita diberkahi oleh Allah dan diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim," tukasnya.

 

Kontributor: Hairul Anam

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile