Koin Muktamar Belum Diluncurkan, LAZISNU Kencong Kantongi 40 Juta Rupiah

Koin Muktamar Belum Diluncurkan, LAZISNU Kencong Kantongi 40 Juta Rupiah
Salah satu kegiatan penggalangan dana Koin Muktamar di lingkungan LP Ma'arif Kencong Jember. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Salah satu kegiatan penggalangan dana Koin Muktamar di lingkungan LP Ma'arif Kencong Jember. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Jember, NU Online
Penggalangan dana Koin Muktamar di PCNU Kencong, Jember Jawa Timur cukup masif. Bahkan, selagi program tersebut belum diluncurkan oleh PCNU setempat,  Pengurus Cabang LAZISNU Kencong sudah mengantongi Rp40 juta. Dana tersebut diperoleh melalui Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kencong dan sekolah-sekolah yang berafiliasi kepada NU.

“Untuk lingkungan Ma’arif sudah selesai. Artinya, sudah tidak ada kegiatan koin muktamar untuk segmen Ma’arif,” ujar Ketua NU Care-LAZISNU Kencong, Ustadz Imam Syafi’i kepada NU Online di kediamannya, Rabu (19/2).

Menurut dia, pihaknya menyasar tiga objek dalam pengumpulan dana untuk kepentingan Muktamar ke-34 NU di Lampung. Yaitu LP Ma’arif, banom (badan otonom), lembaga, dan nahdliyin. Dikatakannya, setelah ini koin muktamar akan menyasar banom dan lembaga NU, lalu dilanjutkan ke warga NU.

“Nah, saat kami mengedarkan koin muktamar ke lingkungan warga, di situlah nanti kami luncurkan koin muktamar secara resmi. Kami akan maksimalkan menggali dana. Lebih-lebih di lingkungan pengurus cabang,” jelasnya.

Ustadz Imam Syafi’i menargetkan koin muktamar di Kencong sebesar Rp70 juta hingga Rp100 juta. Target tersebut diyakini bisa diraih lantaran semangat warga NU dan pengurus untuk menyambut Muktamar NU cukup tinggi. Salah satu indikasinya adalah koin muktamar yang diedarkan di lingkungan LP Ma’arif menghasilkan dana lumayan besar.

“Koin muktamar yang kita edarkan di lingkungan Ma’arif tidak terlalu lama sudah dapat segitu. Ini pertanda bagus sambutan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, Nahdliyin turut berpartisipasi menyukseskan program koin muktamar. Sebab, muktamar merupakan forum sangat penting dan strategis bagi NU dan bangsa Indonesia, bahkan dunia. Di forum itulah, program-program NU lima tahun ke depan dibahas dan diputuskan.

“Keputusan-keputusan di Muktamar NU juga menjadi semacam panduan bagi organisasi di bawahnya, seperti pengurus wilayah, pengurus cabang, dan seterusnya,” terang Ustadz Imam Syafi’i. 

Pewarta: Aryudi AR 
Editor: Musthofa Asrori
 
BNI Mobile