Kampus Agama Islam Hendaknya Berpacu Jadi yang Terbaik

Kampus Agama Islam Hendaknya Berpacu Jadi yang Terbaik
Rapat kerja IAIN Kendari di Jakarta. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Rapat kerja IAIN Kendari di Jakarta. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Jakarta, NU Online
Mulai tahun ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan mengganti beasiswa bidikmisi menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.  Hal ini diungkapkan Kepala Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag, Ruchman Basori.
 
Menurut Ruchman, penggantian nama itu juga ikut mengubah sistem seleksi serta persyaratan penerima beasiswa dimaksud. Salah satu perubahan itu antara lain penerima KIP Kuliah harus merupakan penerima KIP saat masih menjadi siswa MA/SMA sederajat atau Program Keluarga Harapan (PKH). 
 
"Jadi mulai sekarang mohon disosialisasikan kepada siswa penerima KIP agar mendaftar ke IAIN Kendari,” kata alumni UIN Walisongo ini, Jumat (21/2). 
 
Kuota IAIN Kendari sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun ini 175 mahasiswa, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 70 orang. 
 
"Kuota ini bisa saja bertambah apabila ada PTKI yang kuotanya tidak terserap maka bisa didistribusikan ke kampus lain yang memiliki jumlah pendaftar KIP Kuliah lebih banyak," jelasnya.
 
Secara nasional, jumlah penerima KIP Kuliah di PTKI sebanyak 17.565 mahasiswa naik signifikan dari tahun sebelumnya sebanyak 11.000 penerima beasiswa.
 
Peningkatan ini diharapkan ikut meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat berprestasi dan kurang mampu secara ekonomi.
 
Selain penyediaan beasiswa, Kementerian Agama RI juga berkomitmen membangun mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) melalui dukungan anggaran untuk penyediaan sarana prasarana pendidikan salah satunya melalui skema Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. IAIN Kendari telah dua kali memperoleh anggaran dari skema SBSN untuk pembangunan gedung kuliah dan laboratorium terpadu pada tahun 2018 dan 2019.
 
Ruchman berharap, penyediaan sarana dan prasarana tersebut juga ikut dibarengi dengan komitmen budaya mutu pelayanan pendidikan di lingkungan tenaga pendidik dan kependidikan.
 
"Salah satu ciri kampus bermutu, usahakan menjadi yang terbaik. Kalau belum bisa, menjadi yang pertama. Bila tidak bisa menjadi yang pertama, maka harus memiliki distingsi atau berbeda dengan yang lain," tutupnya.
 
Rapat kerja IAIN Kendari diikuti oleh rektor beserta seluruh jajajaran pimpinan mulai wakil rektor, dekan, wakil dekan, hingga ketua program studi.
 
 
Kontributor: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile