Wapres Resmikan BWM ATQIA Pesantren Al-Manshuriyah Lombok Tengah

Wapres Prof Dr KH Ma'ruf Amin meresmikan Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiyuddin Manshur (ATQIA) di Pesantren Al-Manshuriyah Ta'limus Shibyan, Bonder, Lombok Tengah, Kamis (20/2). (Foto: istimewa)
Wapres Prof Dr KH Ma'ruf Amin meresmikan Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiyuddin Manshur (ATQIA) di Pesantren Al-Manshuriyah Ta'limus Shibyan, Bonder, Lombok Tengah, Kamis (20/2). (Foto: istimewa)
Wapres Prof Dr KH Ma'ruf Amin meresmikan Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiyuddin Manshur (ATQIA) di Pesantren Al-Manshuriyah Ta'limus Shibyan, Bonder, Lombok Tengah, Kamis (20/2). (Foto: istimewa)
Lombok Tengah, NU Online
Wakil Presiden RI Prof Dr KH Ma'ruf Amin meresmikan Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiyuddin Manshur (ATQIA) di Pesantren Al-Manshuriyah Ta'limus Shibyan, Kamis (20/2). Al-Manshuriyah merupakan pesantren peninggalan Ketua PWNU NTB 2012-2017 Almaghfurlah TGH Ahmad Taqiuddin Mansur yang beralamat di Sangkong, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. 

Wakil Presiden mengatakan, Bank Wakaf Mikro pertama di NTB yang ada di zona Bali, NTB, dan NTT ini akan menjadi percontohan di tempat-tempat lainnya. Bank Wakaf Mikro menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat kecil yang selama ini belum tersentuh.

"Bank wakaf mikro ini merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk mengembangkan usaha-usaha kecil masyarakat. Badan keuangan mikro ini menggunakan sistem syariah," tutur Wapres.

"Saya ucapkan selamat dengan berdirinya bank wakaf ini. Saya kira, ini salah satu komitmen pemerintah untuk mengembangkan dan memberikan kemudahan usaha melalui permodalan. Tidak hanya yang besar tapi juga melalui lembaga yang mikro, usaha kecil, UMKM dan bila perlu kedepan masyarakat dapat mengakses bantuan hingga 10 jt," ujar Mustasyar PBNU ini.

Menurut Wapres, memang selama ini bank wakaf mikro jalannya agak pelan. Karena menunggu bantuan ataupun donasi. “Ke depan, akan kita dorong supaya tidak hanya menunggu donasi, supaya CSR dari BUMN juga nanti digunakan untuk membangun bank wakaf,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kiai Ma'ruf  mengatakan bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk mengembangkan ekonomi syariah. Hal ini menurutnya dibuktikan dengan adanya Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.

"Pemerintah memang memiliki komitmen yang besar untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Oleh karena itu, pemerintah membentuk lembaga namanya Komisi Nasional Keuangan Syariah. Sekarang namanya menjadi KNEKS yaitu Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah," sebutnya.

Bagi Wapres, bank wakaf mikro ini dilakukan di pesantren agar lembaga pendidikan tertua ini tidak hanya melahirkan kiai. Namun, juga ikut menjadi penguat pembiayaan ekonomi. “Pesantren harus mengambil bagian tidak hanya menyiapkan orang yang nantinya akan jadi kiai. Tapi, juga jadi pusat penguatan pembiayaan ekonomi dan bahan pusat penyiapan tenaga-tenaga terampil,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkiflimansyah sangat mengapresiasi keberadaan Bank Wakaf Mikro yang dikelola pesantren. Dia meminta agar OJK selaku inisator pembentukan Bank Wakaf Mikro didorong harus ada di pesantren-pesantren lainnya di NTB.

Sebelumnya, dalam sambutan Ketua Yayasan Pondok Pesantren NU Al Manshuriyah Bonder Hj Baiq Mulianah menyebut, bank Wakaf Mikro yang dirintisnya tidak pakai bunga. Di samping memberikan pinjaman kepada nasabah juga dilakukan pembinaan rohaniah yakni halaqah pengajian. Melalui halaqah tersebut, anggota BWM berinfaq.

Perempuan yang juga Rektor UNU NTB ini menjelaskan bahwa setiap nasabah di berikan bantuan pinjaman modal maksimal sebesar 3 juta rupiah per nasabah.

Kontributor: Hadi
Editor: Musthofa Asrori
BNI Mobile