Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Cegah Banjir, Gubernur Jateng Ingatkan Warga Pekalongan Jaga Kebersihan

Cegah Banjir, Gubernur Jateng Ingatkan Warga Pekalongan Jaga Kebersihan
Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo saat kunjungi warga terdampak banjir di pengungsian Kota Pekalongan. (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo saat kunjungi warga terdampak banjir di pengungsian Kota Pekalongan. (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Pekalongan, NU Online
Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo menyebut, banjir yang terjadi di wilayah Kota Pekalongan, merupakan banjir yang terparah dari beberapa wilayah banjir di Jawa Tengah. Di samping karena cuaca ekstrim, juga karena perilaku manusia yang tidak ramah dengan alam.
 
"Budaya hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarang menjadi prioritas utama. Bersih itu nomor satu, jangan sampai got-got saluran terhambat karena sampah," ujarnya.
 
Dikatakan, Provini Jateng sedang menata Kota Pekalongan dengan membangun tanggul raksasa yang saat ini masih dalam proses. Antisipasi banjir di Kota Pekalongan harus dilakukan dengan cara berbeda. Di Pekalongan, kata Ganjar, permasalahan lingkungan menjadi penyebab utama banjir.
 
"Dari beberapa daerah yang tadi saya kunjungi yakni Kudus, Pemalang, Pekalongan, dan Batang, memang di sini yang terparah," kata Ganjar saat melakukan pantauan banjir di Kota Pekalongan, Jumat (21/2) malam.
 
Ia mengatakan, dirinya sudah koordinasikan dengan Wali Kota Pekalongan untuk menyiapkan peralatan besar dikeluarkan ada berapa dan optimalkan yang ada untuk pengerukan kali sumber banjir.
 
"Untuk itu sudah saya perintahkan Wali Kota Pekalongan untuk mengeruk saluran-saluran di tengah kota. Keluarkan semua alat berat dan optimalkan sumber dayanya untuk mengatasi ini. Karena, sampai Maret nanti, cuaca masih tidak menentu," jelas Ganjar.
 
"Kalau itu bisa dikerjakan maka teknis pekerjaan lainnya bisa membantu," imbuhnya.
 
Ganjar juga berharap penataan kota terutama drainase tengah kota terus dilakukan dan ditingkatkan. "Drainase harus ditata ulang, yang kecil-kecil harus dibesarkan agar aliran air lancar. Sambil menunggu tanggul laut selesai," katanya.
 
Dalam kunjungan di Kota Pekalongan, Ganjar langsung menyambangi posko pengungsian warga di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, di Masjid Al-Karomah, dan dapur umum di Stadion Hoegeng, Kraton.
 
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kota Pekalongan mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir sejak Kamis (20/2) kemarin.
 
Baca: 
 
Relawan LPBINU Kota Pekalongan Yaenafi mengatakan, dapur umum didirikan di Gedung Aswaja untuk kemudian didistribusikan kepada warga pengungsi di tempat-tempat yang telah disediakan.
 
"Untuk pendistribusian, kami koordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan makanan siap saji," ujarnya.
 
Selain pengiriman makanan siap saji, LPBINU juga menyalurkan bahan makanan berupa beras dan lauk pauk lainnya untuk diberikan ke dapur umum yang didirikan relawan NU di kawasan dekat pengungsian.
 
Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile