Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Menaker Ida: Pemerintah Butuh Masukan Serikat Pekerja

Menaker Ida: Pemerintah Butuh Masukan Serikat Pekerja
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah saat menghadiri Hari Pekerja Indonesia dan HUT KSPSI di Jakarta. (Foto: Humas Kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah saat menghadiri Hari Pekerja Indonesia dan HUT KSPSI di Jakarta. (Foto: Humas Kemnaker)
Jakarta, NU Online
Pemerintah mengajak seluruh pekerja Indonesia,  termasuk pengurus serta anggota serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) agar memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif untuk mengatasi berbagai persoalan ketenagakerjaan.
 
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pekerja Indonesia dan anggota SP/SB mempunyai tanggung jawab yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya dalam membangun bangsa dan negara. Kesuksesan bangsa adalah akumulasi kesuksesan berbagai lembaga dan organisasi serta individu.
 
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang semua elemennya saling mendukung satu sama lain. Antara serikat pekerja/serikat buruh dan pengusaha. Kedua-keduanya menjadi bagian yang penting bagi pembangungunan ekonomi kita," kata Menaker Ida  saat memberikan sambutan perayaan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) sekaligus HUT Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ke-47 di Jakarta, Sabtu (22/2).
 
Menaker Ida menjelaskan persoalan ketenagakerjaan bukan hanya terkait pemenuhan kerja layak bagi pekerja/buruh yang bekerja baik di sektor formal maupun informal.
 
"Tetapi juga menyangkut tenaga kerja yang belum bekerja dan pekerja/buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja, " katanya.
 
Dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, dapat dilihat bahwa masih terdapat 7,05 juta pengangguran; 2,24 juta angkatan kerja baru.
 
"Dari struktur ketenagakerjaan tersebut, kita tahu ini tidak mudah dan oleh karena itu perlu upaya bersama untuk memecahkan persoalan tersebut," ujar Menaker Ida.
 
Terkait pembahasan RUU Cipta Kerja, Menaker Ida menjelaskan pihaknya sudah membuat tim yang terdiri dari unsur tripartit, yaitu pengusaha, serikat pekerja/buruh. Tim ini bisa menyampaikan aspirasi, pandangan, dan pemikirannya.
 
"Pemerintah selalu berharap agar kita bisa mendialogkan pada isu apapun yang ada pada RUU Cipta Kerja. Ruang itu sudah dibuka dan saya berharap teman-teman bisa memanfaatkan kesempatan itu," kata Ida.
 
Dalam kesempatan ini, Ida menyampaikan selamat ulang tahun dan berharap KSPSI dapat tetap konsisten menjadi sarana untuk memperjuangkan, melindungi, dan membela kepentingan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
 
"Selamat ulang tahun KSPSI yang ke 47 dan Hari Pekerja Nasional 2020. Semoga buruh dan pekerja Indonesia menjadi garda terdepan dalam pembangunan Indonesia," kata Ida.

Sementara Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dalam sambutannya mengatakan  KSPSI selalu siap beraksi demo di jalan, namun juga siap untuk bertarung gagasan dalam pembahasan regulasi. 

"Kami siap bertarung dalam arti menyampaikan akan mendialogkan secara konstruktif gagasan, pikiran, dan aspirasi KSPSI dalam penyusunan regulasi," kata Andi.

Editor: Zunus Muhammad
BNI Mobile