Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
HARLAH KE-66 IPNU

Wapres: Tugas Pelajar NU Jaga Negara dengan Semai Islam Moderat

Wapres: Tugas Pelajar NU Jaga Negara dengan Semai Islam Moderat
Wapres KH Ma'ruf Amin saat berpidato di harlah ke-66 IPNU (Foto: NU Online/Suwitno)
Wapres KH Ma'ruf Amin saat berpidato di harlah ke-66 IPNU (Foto: NU Online/Suwitno)
Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin mengingatkan pelajar Nahdlatul Ulama untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menyemai ajaran Islam moderat.

"Tugas kita sekarang, kalian sekarang, ke depan adalah menjaga negara ini dari pemahaman yang tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh NU, yaitu berkembangnya ajaran agama ajaran Islam moderat," ujarnya pada Peringatan Harlah Ke-66 IPNU di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Ahad (23/2).

Mengingat hal tersebut, Kiai Ma'ruf meminta para pelajar NU untuk tidak membiarkan ajaran intoleran berkembang di Negeri Zamrud Khatulistiwa ini.

"Karena itu kita tidak boleh membiarkan berkembangnya cara berpikir dan bersikap intoleran," ujar Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Pasalnya, pemahaman tersebut melahirkan sikap radikalisme dapat menimbulkan terorisme, ego kelompok, dan fanatisme kelompok.

"Ini akan melahirkan kelompok takfiri. Jangan sampai berkembang narasi konflik dalam menyampaikan ajaran agama," ujar kiai alumnus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur itu.

Pasalnya, Nahdlatul Ulama sejak sebelum lahirnya Indonesia telah memperjuangkan sampai mempertahankan kemerdekaannya. Tak ayal, Rais Akbar NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari mencetuskan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

Pemerintah pun mengakui peran dan andil NU dalam mewujudkan dan mempertahankan NKRI. Karenanya, tanggal tersebut ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Hari Santri.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Abdullah Alawi
BNI Mobile