IMG-LOGO
Daerah

Untuk Bertarekat Jangan Tunggu Jadi Orang Baik

Senin 24 Februari 2020 09:00 WIB
Untuk Bertarekat Jangan Tunggu Jadi Orang Baik
Tawajuhan Akbar TQN Mranggen, Demak, Jateng (Foto: NU Online/Samsul)
Demak, NU Online
Mursyid Thariqah Qadiriyah wan Naqsabandiyah (TQN) KH Hanif Muslih mengatakan, untuk mengamalkan ajaran thariqah tidak harus menunggu menjadi orang baik.
 
"Kalau memang tujuannya baik, berthariqah akan menjadi sarana untuk menjadi orang baik," kata Kiai Hanif saat menyampaikan taushiyah di hadapan 10 ribu lebih santri thariqah yang mengikuti acara tawajuhan akbar ke-10 Jamaah TQN di Pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Ahad (23/2).
 
Menurutnya, dengan berthariqah akan meningkatkan kualitas ibadah menjadi lebih baik, tetapi jangan lupa berthariqah harus selalu di bawah bimbingan guru atau mursyid yang jejas keilmuan dan sanadnya.
 
Prof KH Abdul Hadi Muthohar yang juga Mursyid TQN mengingatkan kepada santri-santri thariqah TQN dan umat Islam umumnya agar berhati- hati dalam menjalankan ajaran thariqah, karena saat ini banyak ajaran dan amalan yang dipromosikan oleh kelompok tertentu sebagai ajaran thariqah namun sanadnya tidak jelas atau malahan tidak bersanad.
 
"Pegang erat dan amalkan dengan Istiqamah ajaran yang telah disampaikan oleh guru TQN kepada kita," kata Prof Abdul Hadi yang juga guru besar UIN Walisongo Semarang.
 
Menurutnya, jumlah aliran thariqah di dunia ini sangat banyak dan beragam. Karena itu diingatkan kepada jamaah thariqah, khususnya umat Islam di manapun berada, agar memilih thariqah yang mempunyai sanad atau gurunya sambung atau  tidak terputus hingga Rasulullah SAW.
 
"TQN yang diajarkan di Pesantren Futuhiyyah Mranggen ini, sejak dulu hingga sekarang tetap terjaga dan terpelihara silsilah dan sanadnya hingga sampai ke rosulullah SAW," jelasnya.
 
"Jangan sampai mengikuti thariqah yang tidak bersanad. Di luar sana ada orang yang mengamalkan hakekat tetapi meninggalkan thariqah dan syariat," imbuhnya.
 
Untuk meyakinkan ajarannya itu disebutlah dalil aqiimussholaata lidzikri yang berarti dirikanlah sholat untuk dzikir kepadaku. Ini kemudian dipahami karena sudah menjalankan dzikir maka tidak perlu menjalankan shalat.
 
"Ini tidak benar, jadi kalau mau melakukan hakikat harus melakukan syariat dan thariqat. Yang pasti syariat tidak boleh ditinggalkan, harus berjalan bersama-sama," tegasnya.
 
Panitia kegiatan Tawajuhan Akbar ke-10 TQN Gus Faiz Hanif mengatakan, jamaah yang menghadiri acara ini datang dari berbagai penjuru di tanah air. "Alhamdulillah semuanya yang  hadir bisa mengikuti seluruh rangkaian agenda acara tawajuhan dengan baik dan lancar," tutur Gus Faiz Hanif.
 
Bahkan ujarnya, sejak sehari sebelumnya jamaah yang berasal dari luar kota dan luar propinsi sudah berdatangan ke kompleks Pesantren Futuhiyyah. 
 
Bagi para alumnus Pesantren Futuhiyyah, tawajuhan akbar menjadi salah satu media saling bersilaturahim dan bernostalgia saat masih mondok di pesantren yang didirikan oleh KH Muslih Abdurrahman itu. 
 
Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG