Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Semangat IAIN Jember Sambut Perubahan Status Menjadi UIN KHAS

Semangat IAIN Jember Sambut Perubahan Status Menjadi UIN KHAS
Bendera IPNU bertuliskan ‘Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq’ dikibarkan dalam  acara Ziarah dan Tadabbur Alam di Banyuwangi beberapa waktu lalu. (Foto: NU Online/Aryudi AR) 
Bendera IPNU bertuliskan ‘Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq’ dikibarkan dalam  acara Ziarah dan Tadabbur Alam di Banyuwangi beberapa waktu lalu. (Foto: NU Online/Aryudi AR) 
Jember, NU Online 
Walaupun IAIN Jember belum resmi berubah status menjadi UIN KHAS (Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq), namun para mahasiswa yang tergabung dalam IPNU-IPPNU kampus setempat, sudah menggunakan atribut UIN KHAS dalam sejumlah kegiatannya. Terlihat saat mereka menyelenggarakan Ziarah dan Tadabbur Alam di Banyuwangi beberapa waktu lalu dan Upgrading Pengurus di lokasi wisata Gunung  Pasang, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur, Ahad (23/2).
 
Menurut Ketua Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU IAIN Jember, Mohammad Miftahul Gufron, aksi tersebut merupakan pengejawantahan dari keinginan kader IPNU-IPPNU untuk segera memiliki UIN KHAS. Dikatakannya, perubahan status IAIN Jember menjadi UIN KHAS merupakan kebanggaan tidak hanya bagi anggota IPNU-IPPNU tapi juga bagi seluruh masyarakat Jember, lebih-lebih Nahdliyin
 
“Saya kira kita semua bangga dengan UIN  KHAS,” ucapnya kepada NU Online di kampus IAIN Jember, Ahad (23/2) malam.
 
Pria asli Siliragung, Banyuwangi itu  menambahkan, KH Achmad Siddiq adalah sosok ulama yang berkelas nasional. Beliau bukan sekadar tokoh NU tapi juga ikon pemersatu umat Islam Indonesia. Stempel pemersatu didapatkan setelah beliau bersama PBNU memelopori penerimaan asas tunggal Pancasila dengan argumen yang meyakinkan. 
 
“Waktu itu, keinginan Presiden Suharto untuk menerapakan asas tunggal, mendapat penolakan yang sangat keras dari sebagian umat Islam, bahkan di kalangan NU sendiri. Tapi beliau dengan argumentasinya  yang bagus mampu meyakinkan umat Islam bahwa Pancasila hanya dasar negara, bukan ideologi agama, apalagi menggantikan agama,” ujar Gufron.
 
Oleh karena itu, inisiatif petinggi IAIN Jember untuk mengakomodasi nama KH Achmad Siddiq dalam perubahan status itu merupakan langkah  cerdas yang laik diapresiasi. 
 
Di tempat terpisah, Rektor IAIN Jember, H Babun Suharto menegaskan, setelah Menteri Agama RI menyetujui alih status IAIN Jember menjadi UIN beberapa waktu lalu, kini ‘bola’ ada di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kementerian inilah yang menjadi jembatan ke Presiden untuk terbitnya Perpres (Peraturan Presiden) terkait alih status IAIN Jember.
 
Alhmdulillah, mas, tinggal satu tahap lagi. Saya berharap tahun ini Perpres itu bisa turun,” tukas H Babun.
 
Menurut mantan Ketua GP Ansor Jember itu, keinginannya untuk menempelkan nama KH Achmad Siddiq di papan nama dan gedung kampus yang terletak di Jalan Mataram Nomor 1, Karang Mluwo, Mangli, Jember itu, tak lepas dari cita-citanya untuk melestarikan sekaligus menebar teladan dan ketokohan kiai kharismatik tersebut.
 
“Biar mahasiswa dan pengelola IAIN menyerap teladan dan pemikiran moderat Kiai Ahmad,” terangnya.
 
KH Achamd Siddiq adalah sebuah ikon, namun tak ada artinya bila namanya hanya sebagai logo yang menghiasi papan nama lembaga. Karena itu, H Babun bertekad untuk menjadikan lembaga yang dipimpinnya  sebagai pusat pendidikan Islam Nusantara. Dan itulah ciri khas UIN KHAS.
 
“Pada zaman beliau istilah Islam Nusantara belum ada, tapi isinya sudah ada,” pungkas Ketua Forum Rektor PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) itu.
 
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile