Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Terpilih Jadi Ketua IPNU Sumenep, Zainullah Akan Maksimalkan Potensi Kader

Terpilih Jadi Ketua IPNU Sumenep, Zainullah Akan Maksimalkan Potensi Kader
Ketua Mandataris PC IPNU Sumenep, Zainullah. (Foto: NU Online/Sulaiman).
Ketua Mandataris PC IPNU Sumenep, Zainullah. (Foto: NU Online/Sulaiman).

Sumenep, NU Online

Setelah resmi terpilih menjadi nahkoda baru Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, periode 2020-2022, Zainullah, berkomitmen untuk meningkatkan dan memaksimalkan potensi kader. Menurutnya, potensi yang dimiliki kader tidak boleh menjadi hal yang mubazir.

 

"Peningkatan potensi kader menjadi salah satu titik fokus perjuangan kami ke depan. Melihat perkembangan zaman yang semakin keras, potensi kader perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi," jelas Zainullah di Sumenep, Ahad (14/2).

 

IPNU-IPPNU ke depan membutuhkan kader potensial yang mampu menjawab tantangan kader dan memiliki jiwa perjuangan yang militan untuk membesarkan jam'iyah An-Nahdliyah dengan menyasar segmen pelajar sebagai ranah IPNU-IPPNU.

 

"Kami tidak butuh kader yang numpang naruh nama saja, selesai dilantik mereka hilang. Akan tetapi yang kami inginkan, kader yang siap bergerak bersama membesarkan jam'iyah," lanjutnya.

 

Kader IPNU-IPPNU harus siap bersaing dan bisa memanfaatkan teknologi dengan baik. Hingga sampai bisa memanfaatkan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dinikmati orang lain di sekitarnya.

 

"Pelajar NU itu tidak boleh tidak harus responsif, berdaya saing dan bermanfaat bagi masyarakat. Jika tidak demikian peran kita sebagai agen perubahan hanya omong kosong belaka," tegas Zain, sapaan akrabnya.

 

Sehingga, katanya, keberadaan organisasi pelajar NU ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bukan hanya melalui bidang pendidikan, namun perjuangannya mampu merambah pada bidang sosial, ekonomi, pelestarian budaya dan adat istiadat.

 

"Sehingga pelajar NU bisa menentukan nasibnya sendiri tanpa tergantung pada pihak lain. Dan tidak terombang-ambing besarnya arus globalisasi yang tengah terjadi saat ini," tambahnya.

 

Selain itu, memelihara adat ketimuran juga menjadi kewajiban kader IPNU-IPPNU. Mengingat organisasi yang berbasis pelajar ini merupakan ladang strategis untuk menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik.

 

"Pelajar sekarang mengalami krisis moral yang sangat tinggi. Akhlak mereka terhadap orang tua, guru dan lingkungan sekitarnya sudah tidak seperti yang dicontohkan oleh ulama-ulama kita, banyak menyimpang. Ini salah satu tugas berat kita memperbaiki semuanya," pungkas Zain.

 

Kontributor: Sulaiman

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile