Pengurus LP Ma'arif NU Sukoharjo Dikukuhkan Jadi Guru Besar IAIN Surakarta

Pengurus LP Ma'arif NU Sukoharjo Dikukuhkan Jadi Guru Besar IAIN Surakarta
Prof Toto Suharjo dikukuhkan sebagai Guru Besar IAIN Surakarta (Foto: NU Online/Aje Najmuddin)
Prof Toto Suharjo dikukuhkan sebagai Guru Besar IAIN Surakarta (Foto: NU Online/Aje Najmuddin)
Sukoharjo, NU Online
Toto Suharto dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/2) dikukuhkan menjadi Guru Besar di almamaternya. Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Graha IAIN Surakarta di hadiri sejumlah kalangan.
  
Dalam pidato Pengukuhan yang mengambil tema 'Remoderasi Pendidikan Islam', Toto Suharto menyoroti lembaga pendidikan Islam di Indonesia seperti madrasah, sekolah Islam dan pesantren, saat ini telah menjadi medan pertarungan ideologis yang mengarah ke konservatisme Islam. 
 
"Meskipun Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan kebijakan kurikulum baru yang disebutnya 'Kurikulum Islam Rahmatan lil ‘Al amin' (Isra) sejak 2016 yang diberlakukan bagi madrasah, PAI di sekolah dan pesantren, namun kebijakan ini belum implementatif di lapangan," tegas Toto yang juga Pengurus LP Ma'arif NU di Kartosuro, Sukoharjo itu.
 
Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Pendidikan Islam itu berpendapat, madrasah, sekolah, dan pesantren yang sejak awal berdirinya di Indonesia dipandang sebagai lembaga yang berfungsi mengawal moderasi Islam, namun melihat kecenderungan-kecenderungan baru di atas, meniscayakan lembaga-lembaga ini perlu memperkuat eksistensinya dengan melakukan remoderasi. 
 
"Remoderasi berarti kembali melakukan proses moderasi ketika pada awalnya sudah moderat dan mewujud di negara ini," terang Toto yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Bahasa IAIN Surakarta.
 
Kemudian langkah yang terbaik lanjut Toto, adalah menerapkan analisis ideologi terhadap pendidikan berbasis masyarakat organik transnasional ini, yaitu dengan mengkaji secara ideologis mengenai tujuan pendidikannya, kurikulum pendidikannya, dan kurikulum tersembunyinya.
 
"Analisis ideologi atas Lembaga pendidikan berbasis masyarakat organik transnasional ini akan membuat pendidikan berbasis masyarakat organik tetap menjadi organik, dan pada sisi yang lain pun ideologi pendidikan nasional dapat dipertahankan keberlangsungannya," paparnya.
 
Dalam pidato pengukuhan Guru Besar tersebut, Prof Toto Suharto juga menyampaikan bahwa remoderasi pendidikan Islam dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu: pertama, merumuskan tujuan pendidikan Islam moderat. Kedua, merancang kurikulum pendidikan Islam moderat. 
 
"Ketiga, menginternalisasikan Islam Moderat dalam kurikulum tersembunyi," tegasnya.
Selama menjadi pengajar di IAIN Surakarta, Prof Toto Suharto telah menerbitkan sejumlah buku dan aktif menulis serta menjadi editor di banyak jurnal ilmiah internasional.
 
Selain memiliki aktivitas di kampus, beliau juga memiliki banyak aktivitas di luar kampus, antara lain Pengurus Satuan Kerja Riset, Kajian Strategis dan Publikasi Ilmiah, Asosiasi Dosen Nahada (ADN) Wilayah Jawa Tengah dan DIY dan Anggota Ittihadu Mudarrisi al-Lughah al-‘Arabiyah (IMLA).
 
Kontributor: Ajie Najmuddin
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile