Kader IPNU Ponorogo Wakili Indonesia di Ajang Jujitsu Internasional

Kader IPNU Ponorogo Wakili Indonesia di Ajang Jujitsu Internasional
Deva Setyo Wicaksono akan mewakili Indonesia di ajang Jujitsu Internasional. (Foto: NU Online/istimewa)
Deva Setyo Wicaksono akan mewakili Indonesia di ajang Jujitsu Internasional. (Foto: NU Online/istimewa)
Ponorogo, NU Online
Prestasi nasional diukir Deva Setyo Wicaksono karena berhasil mengharumkan tanah kelahirannya di Ponorogo, Jawa Timur. Bahkan karena prestasi yang diraih, kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut akan bertanding di ajang internasional di Kuala Lumpur dalam waktu mendatang.
 
Penegasan disampaikan Duta Pemuda Ponorogo tersebut kepada media ini usai meraih medali emas pada ajang lomba Fujitsu nasional. 
 
“Di samping meraih medali emas, saya juga memperoleh penghargaan submission kuncian tercepat,” kata Deva, Selasa (25/2). Dengan prestasi yang diraih, maka Deva yang masih belia tersebut akan ikut pada International Jujitsu Championship di Kuala Lumpur. 
 
Ya, Deva Setyo Wicaksono sudah lama menggeluti Jujitsu dan sudah sering berlaga di tingkat nasional. Namun keberhasilannya akan berkiprah di level dunia baru kali ini. Dan kesempatan tersebut tentu saja tidak akan dibuang percuma.
 
Dirinya mengemukakan bahwa sejak berada di pendidikan tingkat dasar sudah aktif di cabang olahraga ini. Dijelaskannya, dirinya adalah peserta paling muda. Karena peserta lain rata-rata berusia 20 tahun ke atas. Bahkan memiliki daya fisik yang lebih kuat, sehingga proses untuk meraih medali emas tidaklah mudah.
 
Deva mengaku bahwa untuk meraih pencapaian saat ini dilalui dengan sejumlah latihan yang lumayan berat. “Persiapan fisik untuk bertanding sudah dipersiapkan rutin selama tiga bulan, mengurangi porsi makan nasi, hingga bolak-balik berlatih Ponorogo dan Surabaya, hingga sering mendapat dispensasi dari sekolah lantaran merupakan proses yang harus dituntaskan,” jelasnya.
 
Dalam keseharian, Deva aktif di Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Kota. Pernah menjabat Ketua Pimpinan Komisariat (PK) SMP Ma'arif NU Ponorogo. Dan juga turut dikenal sebagai kader berprestasi sejak kecil. Bakatnya memang sudah terlihat dan ditambah dengan latihan rutin yang dijalani.
 
Dalam pandangannya, keikutsertaan ke Kuala Lumpur tentu saja akan mengibarkan bendera merah putih di ajang bergengsi tersebut.
 
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan kado terindah tidak hanya untuk Ponorogo, Indonesia, tetapi juga bagi IPNU. Karena pada saat yang tidak lama berbarengan dengan momentum hari lahir badan otonom NU untuk kalangan pelajar dan mahasiswa.
 
“Harapan besar, saya ingin menjadi delegasi Indonesia yang kelak akan mempersembahkan medali emas dalam ajang SEA Games maupun Asian Games,” pungkasnya. 
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile